Dituduh Sering Gelapkan Uang, Mantan Pekerja Perusahaan Ekspedisi Gasak Rp130 Juta Dalam Brankas

Yor MS

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V. Thirdy Hadmiarso didampingi Kasatreskrim Kompol Rengga Puspo Saputro menunjukan uang hasil kejahatan ARR pada saat konferensi pers. (RMS)
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol V. Thirdy Hadmiarso didampingi Kasatreskrim Kompol Rengga Puspo Saputro menunjukan uang hasil kejahatan ARR pada saat konferensi pers. (RMS)

Balikpapan, helloborneo.com – Aksi pembobolan brankas perusahaan ekspedisi di kawasan Jl. Siaga, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota disinyalir terpicu sakit hati.

Tersangka pelaku berinisial ARR (21) yang juga diketahui sebagai mantan pekerja di perusahaan ekspedisi tersebut mengaku masih tidak terima atas sikap perusahaan terhadapnya. Semasa bekerja sebagai karyawan bagian keuangan, ARR dituduh sering menggelapkan uang perusahaan.

Inilah yang kemudian melatari aksi ARR menggondol Rp130 Juta dari dalam brankas di bekas tempatnya bekerja.

“Padahal saya tidak pernah melakukan itu. Saya dituduh menggelapkan uang Rp4,5 Juta, jadi sekalian saja saya mencuri,” ungkap ARR saat dicecar sejumlah awak media di Mapolresta Balikpapan, Senin (15/11).

ARR baru beberapa bulan terakhir ini mengundurkan diri dari tempatnya bekerja. Aksi pembobolan diakui dilakukannya seorang diri.

Tersangka pelaku bergeming saat ditanya hendak dipergunakan apa uang hasil kejahatannya.

Menurut keterangan kepolisian, seperti diungkapkan oleh Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso, bahwa tersangka pelaku baru menggunakan uang hasil kejahatannya sebanyak Rp250 Ribu.

“Jadi pada saat diamankan, kami turut menemukan barang bukti uang hasil kejahatan berjumlah Rp129,75 Juta. Yang Rp250 ribu sudah dipergunakan untuk membeli kebutuhan tersangka pelaku,” papar Thirdy didampingi Kasatreskrim Polresta Balikpapan Kompol Rengga Puspo Saputro.

ARR diamankan di indekosnya di kawasan Jl. Siaga, Kelurahan Damai, Balikpapan Kota kurang dari 24 jam selang dirinya melakukan aksi pembobolan. Tanpa perlawanan berarti, ARR langsung mengakui perbuatannya kepada petugas.

Untuk masuk ke dalam ruang staf dan kemudian membobol brankas yang semula berisi uang berjumlah Rp160 Juta, memang tidak terlalu sulit bagi ARR.

Pada saat kejadian, tepatnya Jumat (12/11) sekira pukul 04.00 dinihari, ARR mendatangi kantor tempatnya bekerja dan masuk melalui pintu di ruang bagian belakang. Ruangan ini hanya tersekat oleh dinding triplek dengan ruang staf tempat menyimpan receiver CCTV termasuk brankas.

“Masuk dari pintu belakang kemudian merusak triplek (dinding sekat). Saya pegang kunci dan hafal kode brankas,” papar ARR

Sebelum membobol brankas, ARR mencabut kabel yang menghubungkan antara CCTV dengan receiver. Hardisk dalam receiver yang berfungsi menyimpan rekaman CCTV turut dirusaknya.

Kemudian, ARR menggondol sebagian uang dalam brankas dan kembali ke indekosnya yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

Jejak aksi kejahatan ARR terungkap melalui keterangan pekerja ekspedisi bagian warehouse. Kepada polisi, satu dari empat pekerja yang bertugas saat kejadian menyebut bahwa ARR sempat mendatangi bekas kantornya bermaksud meminjam sepeda motor. (

ARR mengembalikan sepeda motor tersebut sekitar pukul 02.00 Wita, atau sekitar 2 jam sebelum dia melancarkan aksi kejahatan. Kecurigaan menguat lantaran ARR tidak dapat lagi dihubungi pasca manajemen perusahaan ekspedisi melaporkan kejadian pencurian ke kepolisian.

Dalam kasus ini, ARR dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan. Atas jeratan tersebut dirinya terancam hukuman pidana kurungan penjara selama lebih dari tujuh tahun. (rms/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.