Filipina Segera Dibuka Untuk Wisatawan Telah Divaksinasi

Tun MZ

Penumpang yang mengenakan hazmat berjalan melalui Bandara Internasional Ninoy Aquino di Paranaque, Metro Manila, Filipina. (Foto: Reuters)
Penumpang yang mengenakan hazmat berjalan melalui Bandara Internasional Ninoy Aquino di Paranaque, Metro Manila, Filipina. (Foto: Reuters)

Filipina, helloborneo.com – Pemerintah Filipina, mengatakan akan segera menyambut kembali turis asing karena negara tersebut sedang mempersiapkan pembukaan kembali wilayah setelah ditutup selama 20 bulan. Namun kebijakan itu hanya berlaku bagi pelancong yang telah divaksinasi. 

Sektor pariwisata di negara tersebut porak poranda menyusul adanya penurunan jumlah wisatawan internasional dan pemberlakukan pembatasan perjalanan domestik sejak awal pandemi. ​

Menteri Pariwisata Filipina Berna Puyat mengatakan Gugus Tugas COVID-19 telah “menyetujui prinsip” permintaan Departemen Pariwisata untuk mengizinkan masuknya pelancong yang divaksinasi dari negara-negara dengan tingkat infeksi rendah. 

Kantor berita AFP mengutip sebuah pernyataan Departemen Pariwisata Filipina melaporkan perbatasan akan dibuka kembali “segera”, tanpa memberikan detil waktu.

“Mengizinkan wisatawan dari negara atau wilayah hijau yang mayoritas penduduknya divaksinasi dan dengan tingkat infeksi rendah, akan sangat membantu upaya pemulihan kami,” kata Puyat. 

“Langkah ini juga akan membantu dalam meningkatkan kepercayaan konsumen, yang merupakan kontributor besar untuk produk domestik bruto kami,” tambahnya. 

Lebih dari 40 negara dan wilayah saat ini diklasifikasikan “hijau” – berisiko rendah dan dibebaskan dari persyaratan karantina – termasuk China, Indonesia, dan Zimbabwe. 

Sektor pariwisata adalah kontributor utama ekonomi negara Filipina dengan menyumbang hampir 13 persen dari produk domestik bruto pada 2019. Pada tahun itu, negara tersebut berhasil menyedot lebih dari delapan juta pengunjung. Namun angka itu merosot menjadi 5,4 persen pada tahun lalu karena anjloknya kedatangan turis sebesar 82 persen menjadi 1,48 juta. 

Filipina telah mencatat lebih dari 2,8 juta infeksi COVID-19 sejak awal pandemi, dengan 45.000 kematian. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.