Salurkan Aspirasi, Hendrawan Putra Berikan 104 Mesin Kapal di Desa Muara Pasir

TB Sihombing

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Hendrawan Putra. (TBS)
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Hendrawan Putra. (TBS)

Paser, helloborneo.com – Sebanyak 104 unit mesin kapal diterima kelompok nelayan Desa Muara Pasir. Bantuan itu diberikan Ketua Komisi I DPRD Paser, Hendrawan Putra, hasil dari pokok-pokok pikiran (Pokir) atau dana aspirasi.

Bantuan ini diserahkan Dinas Perikanan Kabupaten Paser di Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelabuhan Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Sabtu (20/11/2021). Dikatakan Hendrawan Putra, bantuan itu tindak lanjut dari resesnya pada tahun lalu.

“Ini dukungan kami untuk menunjang kegiatan nelayan. Diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup nelayan dan petani budidaya tambak,” kata Hendrawan Putra.

Politisi Partai Demokrat itu menyebutkan, tahun ini secara keseluruhan membagikan 196 unit melalui Pokir. Dengan rincian 104 unit mesin disalurkan Dinas Perikanan. Sedangkan 92 unit lainnya menyasar kelompok nelayan budidaya tambak.

“Ini melalui Pokir dan dana aspirasi saya pada APBD 2021 di Desa Muara Pasir,” sambungnya.

Mengenai pendistribusian di lapangan, ia mengapresiasi kesigapan dari Dinas Perikanan dalam menyalurkan bantuan kepada nelayan. Terlebih sangat diharapkan dan ditunggu-tunggu sejak lama.

Ia bilang tidak hanya di Muara Pasir. Namun beberapa desa daerah pesisir di Kecamatan Tanah Grogot bakal mendapatkan bantuan. Di antaranya Desa Sungai Langir dan Desa Perepat.

“Bantuannya berupa perahu dan alat tangkap ikan,” sebut Hendrawan.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Paser, Dadang Suherman, menuturkan, bantuan berbentuk hibah ini melalui APBD murni 2021. Hasil dari serap aspirasi Hendrawan Putra.

“Bantuan ini tak boleh diperuntukkan ke yang lain atau dijual. Karena jika ditemukan hal seperti itu maka akan kami tarik kembali,” tegas Dadang Suherman.

Sebagai bentuk tanggung jawab bersama Dinas Perikanan akan melakukan monitoring. Sehingga para kelompok nelayan dapat melakukan pelaporan secara periodik. “Sehingga bantuan ini benar-benar digunakan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (adv/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.