Muncul Setelah Menghilang, Atlet Tenis China Peng Shuai Katakan Dia Aman

Tun MZ

Peng Shuai dari China saat pertandingan babak kedua Prancis Terbuka di stadion Roland Garros, Paris, 31 Mei 2018. (Foto: AP)
Peng Shuai dari China saat pertandingan babak kedua Prancis Terbuka di stadion Roland Garros, Paris, 31 Mei 2018. (Foto: AP)

China, helloborneo.com – Bintang tenis China, Peng Shuai, melakukan panggilan video pada Minggu (21/11) dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC). IOC mengutip Peng mengatakan dia aman dan baik-baik saja. Panggilan video itu dilakukan setelah pemerintah Barat menyatakan keprihatinan yang meningkat terkait kondisi keamanannya.

Foto dan video Peng yang terlihat berada di turnamen anak-anak di Beijing yang dipublikaasikan pada hari sebelumnya tidak banyak membantu meredakan kegelisahan itu setelah ia absen di hadapan publik selama hampir tiga minggu. Absennya Peng terjadi pasca tuduhan yang ditujukan pada seorang mantan pejabat senior China yang disebut telah melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya. 

Dalam sebuah pernyataan, IOC mengatakan Peng memulai pembicaraan 30 menit dengan presidennya Thomas Bach dengan berterima kasih kepada organisasi Olimpiade atas perhatiannya.

“Dia menjelaskan bahwa dia aman dan sehat, tinggal di rumahnya di Beijing, tetapi ingin privasinya dihormati saat ini,” kata pernyataan IOC. 

“Itulah sebabnya dia lebih suka menghabiskan waktunya bersama teman dan keluarga sekarang. Meski begitu, dia akan terus terlibat dalam tenis, olahraga yang sangat dia cintai.” 

Menteri luar negeri Prancis sebelumnya telah meminta pihak berwenang China untuk memberikan lebih banyak jaminan, menggemakan pernyataan Asosiasi Tenis Perempuan (WTA) bahwa kemunculan foto-foto Peng di turnamen itu “tidaklah cukup.” ​

“Saya hanya mengharapkan satu hal: dia berbicara,” kata Jean-Yves Le Drian dari Prancis kepada televisi LCI. Ia menambahkan bahwa mungkin ada konsekuensi diplomatik yang tidak ditentukan jika China tidak segera memperbaiki situasi. 

Amerika Serikat dan Inggris juga telah meminta China untuk memberikan bukti keberadaan Peng. 

Kekhawatiran atas Peng muncul ketika kelompok hak asasi global dan lainnya menyerukan pemboikotan Olimpiade Musim Dingin di Beijing pada Februari atas catatan hak asasi manusia China. 

Pada 2 November, Peng mengunggah di media sosial China bahwa mantan Wakil Perdana Menteri Zhang Gaoli telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya beberapa tahun lalu. 

Baik Zhang maupun pemerintah China tidak mengomentari tuduhannya. Unggahan media sosial Peng dengan cepat dihapus dan topik tersebut telah diblokir dari diskusi di internet China yang sangat disensor. (voa/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.