Sempat Motor, KUA PPAS Kabupaten Berau Resmi Disahkan

N Rahayu

Rapat Paripurna Pengesahan KUA PPAS Kabupaten Berau. (NR)
Rapat Paripurna Pengesahan KUA PPAS Kabupaten Berau. (NR)

Berau, helloborneo.com – Setelah sempat molor, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), resmi ditandatangani oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih dan Ketua DPRD Berau, Madri Pani, Senin (22/11).

Dalam rapat Paripurna, Madri menjelaskan sesuai dengan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007, KUA PPAS tersebut, disusun berdasarkan Rencana Kerja Prioritas Daerah (RKPD) hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

“Ini sudah beberapa kali molor. Akhirnya dijadwalkan ulang, sebelum tanggal 30 November harus rampung semua, ungkap ketua DPRD Berau, Madri Pani

Ia menjelaskan, keterlambatan ini bukan dilakukan dengan sengaja, namun ada beberapa faktor, sehingga penandatanganan, tidak bisa dilakukan sejak awal bulan lalu. Hal ini menurutnya, dikarenakan, kesibukan seorang bupati, yang keluar daerah, untuk berbagai kegiatan, dan tidak bisa diwakilkan.

“Ya kita pahami kegiatan beliau (Bupati, red), tapi ini berbicara mengenai uang rakyat dan kembali ke rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Madri menuturkan, PPAS yang diberikan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dalam setiap program, sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja dan anggaran SKPD (RKA-SKPD), harus memprioritaskan, mana program yang unggulan dan langsung menyentuh ke masyarakat.

“Rancangan program prioritas dan patokan batas maksimal anggaran yang diberikan kepada SKPD, harus sesuai, karena SKPD itu merupakan perpanjangan tangan dari bupati dan wakil bupati,” lanjutnya.

Dalam paripurna tersebut, sempat mendapat instrupsi dari Ketua Komisi III, Atila Garnadi, dalam instrupsinya tersebut, ia meminta agar bupati membacakan berapa pendapatan, berapa proyeksi belanja untuk tahun depan.

“Mengoreksi saja sehingga jelas bahwa yang kita sepakati itu apa. Karena itu yang menjadi kesepakatan, tapi setelah itu baru disampaikan bupati, seharusnya sebelum digelar paripurna pada hari ini sudah disampaikan kepada legislatif,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan, pihaknya meminta maaf, karena keterlambatan penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Namun, ia mengatakan, selama tidak lewat deadline yang ditentukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yakni 30 November mendatang tidak masalah.

Ia mengatakan, arah kebijakan Pembangunan yang menjadi Prioritas Kabupaten Berau Tahun Anggaran 2022 adalah, peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan secara merata. Peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan pendidikan seluruh lapisan masyarakat, mengelola krisis dan mitigasi dampak pandemi COVID-19 di sektor ekonomi kreatif dengan mengutamakan keselamatan pelaku usaha, pekerja, dan masyarakat yang terkait pengembangan ekonomi kreatif, pemberian bantuan likuiditas bagi pelaku usaha ekonomi kreatif, pemberian insentif kepada pelaku usaha dan pekerja ekonomi kreatif, dan percepatan pemulihan lingkungan ekonomi kreatif.

Pemberdayaan peningkatan dan produktivitas dan nilai tambah industri kerakyatan dan usaha kecil menengah. Pengembangan infrastruktur penunjang pariwisata daerah dan potensi daerah lainnya. Peningkatan sarana prasarana utilitas daerah. Mendorong dan mempercepat belanja padat karya untuk kegiatan produktif yang menyerap banyak tenaga kerja, seperti belanja infrastruktur .

“Iya itu yang menjadi prioritas kita,” ujarnya di hadapan awak media.

Bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal ini mengatakan, dalam program prioritas RPJMD Kabupaten Berau tahun 2021-2026, yang mulai dibangun secara bertahap diwali dengan tahap 1 yaitu sebesar Rp300 Miliar melalui pembayaran tahun jamak yaitu selama 3 tahun mulai tahun 2022 sampai dengan tahun 2024, yakni pembangunan rumah sakit tipe B.

“Tentunya pembangunan ini masih belum semuanya rampung dan kedepan akan dilanjutkan kembali dengan melihat komposisi kemampuan keuangan daerah,” tambahnya.

Ia menuturkan, semoga dengan terbangunnya Rumah Sakit. pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau akan semakin meningkat dan masyarakat kabupaten Berau semakin Sehat. “Memang sudah ada RS tipe C di Berau. itu yang harus ditingkatkan, baik segi pelayanan maupun lainnya,” pungkasnya. (tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses