N Rahayu

Berau, helloborneo.com – Berdasarkan Data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Berau, jalan rusak masih ada sepanjang 550 kilometer, yang sebarannya ada di seluruh wilayah.
Hal tersebut disampaikan Kepala DUPR Kabupaten Berau, Taupan Madjid saat ditemui helloborneo.com, Kamis (25/11).
“Di Berau ini masih ada 550 kilometer jalan yang perlu perbaikan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan anggaran dibutuhkan untuk perbaikan seluruh jalan tersebut diperkirakan mencapai Rp3 triliun. Namun karena anggaran dimiliki terbatas, pengerjaannya harus dilaksanakan secara bertahap.
“Rp3 triliun dibutuhkan untuk semua itu, dana dari mana sebanyak itu kalau langsung sekali kerja, makanya kita kerjakan yang paling mendesak dan prioritas dulu,” tambahnya
Namun demikian ia menambahkan, tahun ini ada anggaran bantuan keuangan (BANKEU) provinsi Kalimantan Timur sebesar Rp170 miliar. Selain itu ada bantuan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat, sehingga pengerjaan jalan seperti di pulau Maratua, dapat dilaksanakan.
“Untungnya ini kita dibantu pusat sama provinsi, jadi jalan seperti di beberapa kecamatan yang saat sedang kita kerjakan dapat terkejar semua,” imbuhnya.
Taupan menambahkan, saat ini pihaknya tengah mengupayakan meminta bantuan pihak ketiga, dalam hal ini perusahaan baik tambang maupun perkebunan sawit yang beroperasi di Berau, dalam bentuk CSR untuk pengerjaan jalan, apakah dengan bantuan peralatan dan bahan baku, atau bantuan dana.
“Pihak ketiga kita mau libatkan, terutama untuk jalan-jalan yang sering mereka lalui,” tutupnya. (tan)
















