Tersangka Eksibisionis Wartawati Tidak Ditahan, Polisi Tegaskan Proses Hukum Berlanjut

Tun MZ

Teks foto: Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yusuf Sutedjo bersama Kasubdit V Ditreskrimum Kompol Sugeng Subagyo menunjukan barang bukti kasus pelecehan seksual terhadap wartawati saat konferensi pers, Senin (29/11).
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yusuf Sutedjo bersama Kasubdit V Ditreskrimum Kompol Sugeng Subagyo menunjukan barang bukti kasus pelecehan seksual terhadap wartawati saat konferensi pers, Senin (29/11).

Balikpapan, helloborneo.com – Tersangka pelaku pelecehan seksual melalui sosial media berinisial AW (25) tidak ditahan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol. Yusuf Sutedjo kepada sejumlah awak media saat konferensi pers di Mapolda Kaltim, Senin (29/11). Alasan penangguhan penahanan dikarenakan AW mengalami gangguan mental atau tuna grahita.

“Setelah kita melakukan pemeriksaan, diketahui melalui keterangan ahli (psikolog) rupanya tersangka mengalami gangguan mentalitas sehingga tidak dilakukan penahanan,” terangnya didampingi Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kaltim Kompol Sugeng Subagyo.

Tersangka AW belakangan diketahui telah mengidap tuna grahita sejak usia belia. Hal itu juga terkonfirmasi melalui riwayat pendidikan AW yang mengenyam pendidikan inklusif mulai tingkat dasar hingga menengah atas.

“Selain keterangan medis, kondisi kejiwaan tersangka ini juga terkonfirmasi melalui riwayat pendidikannya. Dari ijazah yang bersangkutan diketahui merupakan lulusan sekolah luar biasa,” imbuhnya.

Meski demikian, Yusuf memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan. Sampai dengan saat ini, penanganan kasus yang melibatkan jurnalis perempuan sebagai korban itu masih ditangani oleh Subdit V Siber Ditreskrisus.

“Proses hukum tetap berlanjut. Dalam kasus ini kami menerapkan pasal 45 ayat (1) juncto pasal 27 (1) Undang Undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Ancaman hukumannya pidana penjara 6 tahun,” tegasnya.

Untuk diketahui, kasus pelecehan seksual melalui sosial media ini mulanya terungkap melalui laporan polisi oleh korban yang juga wartawati media nasional berinisial R. Korban mengaku acap diteror oleh pemilik akun instagram @arief_wirastya_435.

Dalam laporan korban, modus yang dilakukan oleh pemilik akun adalah dengan cara melakukan panggilan video (video call) melalui instagram. Sehingga ketika panggilan terhubung, pelaku langsung menunjukan alat vitalnya kepada korban.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh tim patroli siber Subdit V Ditreskrimsus Polda Kaltim. Setelah dilakukan profiling dan pelacakan IP Address, polisi berhasil mendapat identitas dan menemukan keberadaan pelaku.

“Dari profiling dan pelacakan IP Address perangkat yang digunakan oleh pemilik akun, kami mendapati identitas dan keberadaannya. Tersangka kemudian kami amankan bersama dengan barang bukti,” ungkap Yusuf.

Tersangka AW diamankan petugas saat berada di rumahnya di Jalan Pamong Praja, Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan. Bersama tersangka, turut diamankan baju yang digunakan tersangka saat beraksi, tangkapan layar panggilan video tersangka dan handphone yang dipergunakan untuk melancarkan aksi eksibisonis tersebut. (tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.