ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara memperjuangkan anggaran kesehatan untuk penanganan dan pemulihan COVID-19, serta fasilitas kesehatan di Kecamatan Sepaku yang menjadi ibu kota negara diakomodir pada APBD 2022.
“Kami perjuangkan keperluan untuk penanganan dan pemulihan COVID-19 serta fasilitas kesehatan di Sepaku,” ujar Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Raup Muin ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.
Permasalahan COVID-19 hingga sarana penunjang Rumah Sakit Pratama Sepaku masih menjadi persoalan selama ini. Pandemi virus corona belum diketahui akan berakhir sampai kapan, sehingga pemulihan tetap harus diperhatikan.
Selain perkembangan pandemi COVID-19, Rumah Sakit Pratama Sepaku sebelumnya menjadi persoalan bagi warga di Kecamatan Sepaku yang memiliki 11 desa dan 4 kelurahan.
Rumah Sakit Pratama Sepaku hingga saat ini belum memberikan pelayanan kepada pasien umum dan perlu penambahan 50 tempat tidur dari yang saat ini ada hanya 20 tempat tidur.
Raup Muin menegaskan akan melihat porsi anggaran kedua persoalan tersebut, sebab persoalan kesehatan adalah mutlak sehingga pemerintah kabupaten harus mengakomodir anggaran kesehatan.
“Dalam pembahasan APBD, COVID-19 dan Rumah Sakit Pratama belum terlihay komposisinya, apakah itu masuk atau tidak. Yang sifatnya untuk masyarakat kami berkomitmen dan konsisten memperjuangkannya,” kata dia. (bp/hb)
















