N Rahayu
Berau, helloborneo.com – Bagi masyarakat Kampung Panaan, listrik masih menjadi barang yang tak mudah di dapatkan.
Hal itu di ungkapkan salah satu warga di Kampung Panaan, Isa. Ia mengaku listrik belum dapat diakses 24 jam, dan hanya menyala di waktu tertentu saja.
“Biasanya nyala dari jam 6 sore sampai jam 11 malam saja, paling lama ya jam setengah 12,” ungkapnya (3/12).
Dirinya mengatakan, hal tersebut sudah baik, sebab sebelumnya bahan bakar yang digunakan untuk menggerakkan generator susah didapatkan. Menurutnya listrik di Kampung Panaan hanya disuplai oleh listrik Kampung itu sendiri.
“Kampung disini menyediakan listirk bagi masyarakat, hanya digerakan dari minyak. Kalau minyak suplai dari perusahaan kosong, ya listrik tidak ada,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Kelay, Toris membenarkan hal tersebut. Dirinya mengakui bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan agar listrik memasuki Panaan hingga Mapulu sepenuhnya.
“Kita baru mengusulkan ke PLN melalui Pemkab untuk dibangunkan PLTS Komunal. Dan itu bisa disambungkan ke pemukiman baru Kampung Mapulu. Karena tidak jauh,” paparnya.
Dirinya juga berharap pembangunan tersebut bisa terealisasi. Pasalnya masyarakat hanya berharap pada Bantuan pihak ketiga untuk menyuplai bahan bakar mesin listrik kampung tersebut. Terlebih hal itu sudah dituangkan pada Musrenbang beberapa waktu lalu.
“Soal listrik itu sudah beberapa kali diusulkan melalui musrembang, tapi tak juga di realisasi,” keluhnya. (tan)
















