DPRD Balikpapan Pertanyakan RDMP Terkait Kerusakan Rumah Warga

Yor MS

Kerusakan rumah warga di RT 23, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah yang disebut-sebut sebagai dampak aktifitas proyek RDMP Balikpapan. (Ist)

Balikpapan, helloborneo.com – DPRD Kota Balikpapan memepertanyakan tanggung jawab proyek RDMP (Revinery Development Master Plan) kilang PT Pertamina (Persero) terkait kerusakan rumah warga di RT 23, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah.

Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Selasa mengatakan, tidak ingin persoalan berlarut tanpa solusi, dan dirinya telah menerima beberapa keluhan serupa.

Adanya kerusakan ruas jalan Letjend R Soeprapto, tepatnya di kawasan Karang Anyar yang terdampak oleh aktifitas proyek RDMP, serta tebalnya debu yang menyelimuti kawasan tersebut pada saat terik dikhawatirkan menggangu kesehatan masyarakat sekitar.

“Sebenarnya itu sudah pernah kami soroti, kebetulan keluhan sama seperti di kawasan Karang Anyar, pohon-pohon kering di sana,” ujarnya.

Namun Alwi Al Qadri tidak memungkiri, apabila RDMP Balikpapan merupakan PSN (proyek strategis nasional) yang tidak dapat serta merta dihentikan, apalagi hanya lantaran ada persoalan seperti itu.

Sebagai anggota legislatif, akan mengupayakan langkah mediasi atas masalah tersebut, dengan harapan kedua pihak dapat menemukan solusi terbaik.

“Komisi IV bisa memanggil Pertamina atau RDMP untuk RDP (rapat dengar pendapat), bagaimana pertanggungjawabannya,” jelas dia.

Mengamati adanya kerusakan pada rumah warga sekitar kawasan Panorama yang diduga terdampak proyek RDMP, ia setuju apabila ada kompensasi untuk warga, RDMP perlu juga memperhatikan keluhan masyarakat.

“Mestinya ganti untung. Kesannya jangan sampai proyek itu tidak membantu masyarakat karena keluhanny banyak dan coba lihat juga di kawasan Karang Anyar,” tegasnya.

Selain memanggil RDMP, Komisi IV DPRD Kota Balikpapan akan mengupayakan untuk meninjau langsung ke lokasi, tidak hanya di kawasan Panorama tetapi juga Karang Anyar.

“Artinya, supaya kalau tidak dikritik begini, RDMP dikiranya beres-beres saja tidak persoalan,” kata Alwi Al Qadri.

Beberapa waktu lalu sebagian warga RT 23, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah mengeluhkan kerusakan pada dinding rumah, dan saluran drainase atau tali air. Ada sekitar 11 rumah di kawasan itu yang mengalami retak-retak di bagian dinding.

Warga setempat menduga kerusakan tersebut sebagai akibat dari aktifitas proyek RDMP kilang PT Pertamina (Persero) yang kebetulan posisinya tidak jauh dari permukiman.

Warga mengaku telah melakukan komunikasi dengan RDMP terkait keluhan itu, namun hingga kini persoalan masih jauh dari solusi. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses