Bagus Purwa

Penajam, helloborneo.com – Partisipasi pemilih pada pemilihan kepala desa atau pilkades di-14 desa di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang digelar secara serentak 15 Desember 2021 hanya mencapai sekitar 62 persen dari target 90 persen dengan DPT (daftar pemilih tetap) 32.057 jiwa.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Usep Supriatna saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Jumat mengatakan, partisipasi pemilih pilkades 2021 sekitar 62 persen dan 28 persen lainnya tidak menggunakan hak pilihnya atau masuk golongan putih (golput).
DPMD Kabupaten Penajam Paser Utara menargetkan angka partisipasi pemilih pada pilkades serentak di-14 desa pada tahun ini (2021) selkitar 90 persen.
“Tapi dari 32.057 jumlah pemilik suara hanya sekira 23.381 yang menyalurkan hak pilihnya, sisanya 8.676 masyarakat memilih golput,” ujarnya.
“Pemungutan suara atau pencoblosan pada pilkades serentak di-14 desa itu dilakukan di-86 TPS (tempat pemungutan suara),” tambahnya.
Sedangkan dalam persentase jumlah pemilih rata-rata desa jelas dia, antara 70 hingga 85 persen warga yang menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan kepala desa.
Persentase penggunaan hak pilih di Desa Bukit Subur yang mencapai sekitar 90,76 persen menurut Usep Supriatna, dipengaruhi jumlah DPT yang hanya 649 jiwa dengan empat TPS.
Jumlah pemilih terbanyak berada di Desa Babulu Darat sekitar 3.796 masyarakat yang menyalurkan haknya dengan total DPT 7.216 jiwa.
“Jadi partisipasi warga Desa Babulu Darat hanya sebesar 52 persen atau menjadi yang terkecil dari seluruh desa peserta pilkades,” kata dia.
Pilkades serentak tersebut diikuti Desa Girimukti, Bukit Subur, Sesulu, Api-Api, Bukit Raya, Tengin Baru, Wonosari, Babulu Laut, Babulu Darat, Rawa Mulia, Sumber Sari, Sebakung Jaya, Gunung Makmur, dan Desa Sri Raharja
Kepala desa terpilih akan dilantik pada 28 Januari 2022 atau satu hari setelah masa jabatan kades sebelumnya berakhir. (bp/hb)

















