Warga Keluhkan Akses Jalan Al Ula-Kapao Kabupaten Penajam Paser Utara

Bagus Purwa

(Ist)

Penajam, helloborneo.com – Warga Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, mengeluhkan kondisi akses jalan Al Ula, Kelurahan Nenang-Kapao, Kelurahan Gunung Seteleng yang mengalami kerusakan cukup parah dan membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah masyarakat yang ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa menyebutkan, jalan pendekat menuju ke Pelabuhan Benuo Taka yang barada di Kawasan Industri Buluminung tersebut sulit dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi kerusakan jalan kerap dikeluhkan warga yang bertempat tinggal di wilayah itu dan harus segera mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Sekitar dua kilometer jalan Al Ula sampai Kapao-Pelabuhan Benuo Taka masih belum ditingkatkan,” ujar salah satu warga Kelurahan Gunung Seteleng, Ahmad.

Masyarakat mengharapkan jalan Al Ula tembus simpang empat Kapao sepanjang dua kilometer yang kondisinya rusak tersebut dapat dilakukan perkerasan (riggid).
Dengan kondisi jalan rusak menurut Ahmad,

para pengendara yang hendak menuju pelabuhan dan sebaliknya terpaksa harus melintas di jalan kawasan padat penduduk dan dikeluhkan masyarakat.

Akses dari simpang Jalan Kapao RT 6 Kelurahan Gunung Seteleng menuju Pelabuhan Benuo Taka lanjut ia, cukup banyak genangan air pada badan jalan sehingga harus segera dilakukan perbaikan.

“Genangan itu juga harus segera ditangani agar hilang dari badan jalan, kemudian material batu berserakan di jalan tentu membahayakan pengguna jalan,” jelasnya.

“Kendaraan yang memuat batu bara menuju pelabuhan dinilai timbulkan permasalahan karena debunya mengganggu pengguna jalan yang melintas,” tambah Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat atau LPM Kelurahan Gunung Seteleng tersebut.

Dengan rusaknya jalan menuju Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Indutri Buluminung tersebut kendaraan harus melalui kawasan pada penduduk, sehingga warga terus mengeluhkan kondisi tersebut.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara diharapkan segera melakukan perkerasan jalan menuju Pelabuhan Benuo Taka tu, sehingga kendaraan tidak lagi melintas di jalan pemukiman padat penduduk. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses