Balikpapan Ditarget Jadi Pangsa Pasar Tembakau Gorila

Yor MS

Kepala BNN Kota Balikpapan, Risnoto (tengah) bersama jajarannya memaparkan pengungkapan kasus peredaran narkotika jenis Tembakau Gorila.

Balikpapan, helloborneo.com – Kota Balikpapan ditarget menjadi pangsa pasar narkotika jenis tembakau gorilla atau ganja sintesis, kata Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN setempat Risnoto.

Peredaran Narkotika dan obat-obatan berbahaya (Narkoba) di Kota Balikpapan menurut Risnoto saat ditemui helloborneocom di Balikpapan, Kamis, sampai dengan penghujung tahun ini (2021) masih mengkhawatirkan.

Tidak hanya menjadi sasaran peredaraan sabu, ekstasi, dan psikotropika lainnya, Kota Balikpapan kini rawan terhadap peredaran tembakau gorilla jelas dia, sasaran peredaran narkotika tersebut kalangan usia muda.

Fakta itu diperoleh melalui pengungkapan kasus peredaran ganja sintetis atau tembakau gorila yang dilakukan pihaknya belum lama ini.

“Dari jaringan yang terungkap itu, kami dalami bahwa Balikpapan akan dijadikan market atau pasar tembakau sintetis. Mereka juga sudah mensurvei karena menjamurnya kafe-kafe di Balikpapan,” ujarnya.

Peredaran tembakau gorila sejauh ini berasal dari tiga wilayah, antara lain, Makassar, Bandung dan Jakarta, yang dikirim melalui jasa ekspedisi.

“Kami lakukan lidik dan berhasil menangkap satu orang sebagai pemesan. Barang itu masuk ke Balikpapan melalui kiriman ekspedisi dari luar daerah. Sumbernya kalau tidak dari Makassar, Bandung atau Jakarta,” ucapnya.

Dari keterangan tersangka, penyidik BNN sudah tiga kali memesan tembakau gorila dari Bandar. Bahkan jaringan tersebut berencana akan mengedarkan dalam jumlah banyak di Kota Balikpapan.

“Dia mencoba-coba aman tidak, karena akan mendatangkan dalam jumlah banyak ke Balikpapan. Dari pengembangan satu tersangka di Balikpapan, satu tersangka di Samarinda,” ungkapnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses