Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab PPU, Nicko Herlambang. (Ist)

Nasib Jalan Pendekat Jembatan Pulau Balang Sisi Penajam Dipertanyakan

ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Nasib pembangunan jalan akses pendekat ke Jembatan Pulau Balang dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar 20 kilometer dipertanyakan, sebab pembangunan akses jalan pendekat dari sisi Kota Balikpapan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

“Jalan pendekat sisi Balikpapan dialihkan ke pemerintah pusat walaupun perencanaan provinsi, bagaimana dengan yang sisi Penajam ,” ujar Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Senin.

Komunikasi terakhir lanjut ia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyerahkan seluruhnya kepada Kementerian Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), namun hanya akses jalan pendekat dari sisi Kota Balikpapan saja yang disetujui.

Keputusan tersebut mengundang tanda tanya akan kepastian akses jalan pendekat ke Jembatan Pulau Balang dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara.

Untuk mendukung Jembatan Pulau Balang dengan dana pembangunan lebih kurang Rp1,43 triliun tersebut, Pemerintah Kabupaten Penajam telah mengeluarkan anggaran sekitar Rp548 miliar.

Anggaran itu untuk membangun jalan kabupaten menuju akses jalan pendekat ke Jembatan Pulau Balang dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara.

Akses jalan pendekat ke Jembatan Pulau Balang tersebut menurut dia, mempercepat konektifitas antara Kawasan Industri Buluminung Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kawasan Industri Kariangau Kota Balikpapan.

“Ide besarnya adalah konektifitas Kawasan Industri Buluminung dan Kawasan Industri Kariangau. Kalau tidak dilanjutkan otomatis terputus,” ucapnya.

Rencana jalan pendekat dimulai dari rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan didukung secara serius Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui peningkatan jalan ke arah jalan pendekat JembatanPulau Balang.

Anggaran yang dipergunakan bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara sekitar Rp200 miliar, maupun pinjaman pihak ketiga PT Sarana Multi Infrastruktur sekisar Rp348 miliar.

“Artinya dulu kami dukung, bahkan hingga harus pinjam uang dan disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan karena diproyeksikan punya dampak yang besar terhadap perkembangan di dua wilayah,” jelas Nicko Herlambang.

Kebutuhan akses jalan pendekat ke Jembatan Pulau Balang berkisar 34 kilometer, 20 kilometer berada di sisi Kabupaten Penajam Paser Utara dan sisanya sisi Kota Balikpapan.

Namun, pembangunan akses jalan pendekat ke Jembatan Pulau Balang dari sisi Kota Balikpapan sekitar 15,35 kilometer akan diselesaikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN 2022. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.