Ekspor Batu Bara Kideco Tertunda Akibat 12 ABK Terpapar COVID-19

TB Sihombing

Ekspor batu bara PT Kideco Jaya Agung tertunda akibat 12 ABK MV Ocean Treasure terkonfirmasi terpapar COVID-19 (IST)

Paser, helloborneo.com – Ekspor batu bara PT Kideco Jaya Agung tertunda akibat 12 dari 22 anak buah kapal (ABK) MV Ocean Treasure terkonfirmasi terpapar COVID-19 dan saat ini tengah dilakukan karantina di Perairan Adang Bay, Kabupaten Paser.

Informasi tersebut diperoleh helloborneo.com di Paser, Kamis, dari Kapolres Paser, AKBP Kade Budiyarta saat pelaksanaan vaksinasi serentak Polda Kaltim Lansia dan anak usia 6-11 tahun di Polres setempat.

“Kapal MV Ocean Treasure pengangkut batu bara itu berbendara Hongkong dan sebelum ke Paser, kapal MV Ocean Treasure berlayar dari Philipina,” ujarnya

Kapal yang hendak memuat batu bara milik PT Kideco Jaya Agung tiba di Perairan Teluk Adang pada Rabu (12/1), ditemukan ABK terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil Polymerase Chain Reaction (PCR), sebelumnya lebih dulu dilakukan pemeriksaan melalui usap antigen dan didapati lima orang ABK terindikasi virus corona.

Setelah ada ABK yang terindikasi positif dari hasil PCR, kemudian berlanjut dengan dilakukan PCR oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Balikpapan wilayah kerja Tana Paser, hingga didapati 12 ABK terpapar COVID-19.

KKP Balikpapan wilayah kerja Tana Paser mengeluarkan surat status karantina terhadap kapal MV Ocean Treasure dan semua ABK melaksanakan isolasi mandiri di atas kapal di perairan Adang Bay. Selama karantina diawasi oleh pihak KUPP Kelas II Tana Paser, KPP dan Satpol Airud Polres Paser.

“Kita sudah mengantisipasi dari awal melalui Kasat Polairud dan KKP, KUPP (Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan) Kelas II Tana Paser, mengkarantina langsung dan tidak membiarkan mereka (ABK) untuk ke darat. Jadi karantina di perairan Adang Bay,” sebut mantan Kapolsek Metro Gambir itu.

Kasatpol Airud Polres Paser, AKP AKP Tri Satria Firdaus menuturkan, jarak lokasi karantina dengan radius 32 mil dari Pelabuhan Pondong, dan semua ABK  berkewarganegaraan Cina.

“Sudah delapan hari mereka karantina, kapal akan memuat batu bara. Gejala yang terkonfirmasi positif batuk ringan, sebagai penanda dikibarkan bendera berlogo ‘K’ sebagai penanda berstatus karantina,” jelas mantan Kasat Sabhara Polres Balikpapan tersebut. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.