Program Satu Guru Satu Laptop di Paser Realisasi Mei 2022

TB Sihombing

Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M Yunus Syam (TBS)

Paser, helloborneo.com – Program prioritas Bupati Paser Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Syarifah Masitah Assegaf, yakni satu guru satu laptop segera terealisasi pada Mei 2022, kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat M Yunus Syam.

Menurut Yunus Syam saat ditemui helloborneo.com di Paser, Kamis, pengadaan komputer jinjing bersifat inventaris untuk menunjang kinerja pendidik dalam proses belajar mengajarakan disalurkan melalui APBD Kabupaten Paser Tahun Anggaran 2022, senilai Rp10 miliar.

Anggaran untuk pengadaan pada tahun ini (2022) tidak secara menyeluruh, tetapi bertahap mengingat keterbatasan anggaran, sehingga direncanakan setiap tahun teranggarkan dengan menyesuaikan kondisi anggaran daerah.

“Program itu rencananya bakal direalisasikan untuk tahun ini, dengan pembagian laptop secara bertahap,” ujar mantan Kabid Pembinaan SD Disdikbud Kabupaten Paser tersebut.

Ketua PGRI Kabupaten Paser itu juga memperkirakan, penyerahan bakal dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Namun, penentuan spesifikasi dan jumlah yang disalurkan belum ditentukan.

“Kami inginnya, launching atau peluncuran programnya bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional,” ucapnya.

Pria yang juga sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Paser tersebut memastikan, prioritas utama yang bakal menerima, yakni para guru baik berstatus PNS maupun PTT yang mengajar di sekolah negeri tingkat SD dan SMP, dibanding sekolah swasta.

“Kami utamakan guru sekolah negeri di Kabupaten Paser. Kalau untuk di sekolah swasta ada proses yang perlu kami lakukan terlebih dulu, sebelum memberikan bantuan karena masuknya itu melalui proses hibah,” kata Yunus Syam.

Sebagian guru di Kabupaten Paser juga sudah diberikan laptop jelas dia, melalui dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) serta bantuan yang sudah ada sebelumnya.

“Mereka (guru) yang sudah mendapat laptop tidak akan diberikan lagi, jadi ini khusus untuk guru yang belum memiliki laptop,” tegasnya.

Disdikbud Kabupaten Paser bakal melakukan pendataan terlebih dulu, untuk memastikan guru mana saja yang sudah memiliki laptop maupun yang belum.

“Seharusnya Disdikbud Kabupaten Paser sudah merealisasikan program itu senilai Rp5 miliar pada APBD Perubahan 2021,” ungkap mantan Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, Murhariyanto.

Namun, disayangkan kekhawatiran terhadap waktu singkat pada proses pengadaan, serta minimnya anggaran membuat program ditunda kala itu. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.