Kabupaten Penajam Harapkan Pemerintah Pusat Koneksikan KIB Penajam-KIK Balikpapan

Bagus Purwa

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang (ESY)
Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara mengharapkan pemerintah pusat memberikan dukungan anggaran untuk mengkoneksikan akses jalan yang menghubungkan Kawasan Industri Buluminung (KIB) dan Kawasan Industri Kariangau (KIK) Kota Balikpapan.

Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Nicko Herlambang saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Rabu mengatakan, agar kawasan industri dilirik investor atau pemilik modal harus ada koneksi jalan dari KIB menuju KIK.

“Kalau akses jalannya tidak terkoneksi, Kawasan Industri Buluminung sulit berkembang,” ujarnya.

“Kalau jalan itu tidak dibangun, maka KIB dengan KIK tidak terhubung,’ tambahnya.

Pemerintah kabupaten mengalami keterbatasan ketersediaan anggaran ungkap dia, sehingga berharap ada dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Akses jalan yang mengkoneksikan KIB Kabupaten Penajam Paser Utara dengan KIK Kota Balikpapan tersebut jelas dia, sangat diperlukan.

Pemerintah pusat juga diharapkan memberikan bantuan dana untuk merampungkan pembangunan akses jalan pendekat Jembatan Pulau Balang dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pembangunan akses jalan tersebut membutuhkan anggaran yang cukup besar karena akses jalan melintasi Sungai Riko menurut dia, biaya pembangunan Jembatan Sungai Riko diperkirakan sekitar Rp1 miliar.

Akses jalan pendekat Jembatan Pulau Balang dari sisi Kabupaten Penajam Paser Utara sudah ada perencanaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan perencanaan jalan pendekat tersebut dari Jembatan Pulau Balang menuju Kelurahan Pantai Lango tembus Kelurahan Gersik, Kelurahan Jenebora , Kelurahan Buluminung dan Kelurahan Penajam.

“Pemerintah kabupaten telah sampaikan permohonan anggaran khusus kepada pemerintah pusat agar pembangunan Kabupaten Penajam Paser Utara bisa imbangi IKN (ibu kota negara),” kata Nicko Herlambang. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.