Empat Korban Kebakaran Ruko Teridentifikasi, Polisi Ambil Sampel Abu

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan kembali menemukan jasad korban kebakaran empat ruko di Jalan Soekarno-Hatta, RT 13 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara.

Jasad korban terakhir diidentifikasi bernama Indra Sofiyan (25), pekerja rumah makan cepat saji “Hisana Fried Chiken”. Tempat Indra bekerja itu turut dilalap api Rabu (8/3) Dinihari sekitar pukul 4.00 Wita.

Sekretaris BPBD Kota Balikpapan Izmir Novian di lokasi penemuan mengatakan, jasad Indra ditemukan di bawah reruntuhan bangunan sekitar pukul 13.10 Wita. Proses pencarian siang itu turut mengerahkan unit ekskavator Dinas Pekerjaan Umum untuk menggali puing bangunan yang menumpuk.

“Posisinya tertimbun di reruntuhan bangunan. Sepertinya di antara dapur atau WC,” kata Izmir kepada helloborneo.com.

Pada saat ditemukan, kondisi korban sudah dalam keadaan tidak utuh oleh luka bakar parah. Sama halnya dengan dua korban lain yang ditemukan sebelumnya sekitar pukul 9.30 Wita.

“Dua korban yang tadi pagi dan yang terakhir ini ditemukan tidak utuh. Ada yang tangannya gak ada, kakinya ada yang gak ada. Makanya ini petugas masih melakukan pencarian sisanya,” lugasnya.

Dua korban yang ditemukan diidentifikasi sebelumnya bernama Lukman Harun (25) dan Adi Nurdiansyah (25). Menurut informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, keduanya merupakan rekan Indra Sofiyan.

Sedangkan satu korban yang pertama dievakuasi yakni Muhammad Noor (40). Muhammad Noor yang disebut sedang sakit stroke tidak sempat diselamatkan dari kepungan api saat kejadian.

Di saat yang hampir bersamaan, pihak Kepolisian menghimpun keterangan dari sejumlah saksi dan identifikasi terhadap titik awal munculnya kobaran api. Olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan selepas evakuasi para korban tersebut melibatkan tim Puslabfor Mabes Polri cabang Surabaya.

Dari identifikasi diketahui api pertama kali muncul dari lantai bawah ruko Yofie Dekor, usaha dekorasi pengantin milik Ariyo.

Kurang lebih sejam memeriksa puing kebakaran, anggota Puslabfor mengambil sampel kabel dan abu di lokasi titik awal api. Sampel tersebut selanjutnya akan diuji di laboratorium untuk membuktikan penyebab kebakaran.

“Titik api di lantai bawah ruko yang dihuni Ariyo. Di lokasi kita ambil sampel kawat kabel dan abu untuk diteliti,” singkat anggota tim Puslabfor Polri Kompol Hadi Purwanto usai olah TKP. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses