Kabupaten Paser Kembangkan Kawasan Food Estate Seluas 2.500 Hektare

TB Sihombing

Kepala Dinas TPH Kabupaten Paser, Erwan Wahyudi (TBS)

Paser, helloborneo.com – Kabupaten Paser berencana bakal mengembangkan kawasan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan bahkan peternakan (food estate) di atas lahan seluas 2.500 hektare.

Kawasan food estate nantinya tersebar di empat kecamatan yakni, Paser Belengkong, Tanah Grogot, Long Kali dan Long Ikis yang bertujuan untuk menyokong sektor pertanian di wilayah selatan Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

“Semula rencananya 3.000 hektare dikarenakan mesti menyertakan peta Polygon, sementara masih 2.500 hektare yang diajukan,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Paser, Erwan Wahyudi ketika ditemui helloborneo.com di Paser, Rabu.

luasan lahan tersebut merupakan data nyata berdasarkan penghitungan langsung di lapangan lanjut ia, sehingga tidak lagi dilakukan perkiraan atau pembulatan luasan lahan.

“Contohnya tidak menjadikan luasan 2,8 hektare menjadi tiga hektare, Itu tidak bisa lagi sekarang,” ucapnya.

Perencanaan kawasan lahan food estate tersebut, selain menyokong sektor pertanian juga mendukung penyediaan pangan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara jelas dia, dan luasan lahan ada penambahan seluas 1.346 hektare dari tahun sebelumnya.

“Sebelumnya luas kawasan food estate 1.154 hektare, sekarang menjadi 2.500 hektare atau ada penambahan luas lahan 1.346 hektare. Tambahan luasan berada di kecamatan Long Kali dan Long Ikis,” ungkapnya.

Pemilihan dua kecamatan tersebut, disebabkan area tersebut memang sudah menjadi area pertanian yang menjadi satu hamparan sangat luas. Sementara Paser Belengkong dan Tanah Grogot lokasinya tersebar di titik yang berbeda.

“Selama ini kami mengejar supaya di sini tersentuh, dan apabila ada bantuan dari pusat semua daerah yang memiliki hamparan pertanian, meskipun spot ikut juga menerima,” ujarnya.

Dinas TPH Kabupaten Paser masih fokus untuk mengejar bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Timur.

Pasalnya, jika hanya mengandalkan APBD Kabupaten Paser dipastikan tidak akan mampu membenahi semua untuk pengembangan kawasan food estate.

“Ini dikerjakan secara bersama-sama baik pusat, provinsi maupun daerah. Agar percepatan pembangunan kawasan food estete segera terealisasi,” kata Erwan Wahyudi. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.