Pemasangan Plang IKN Membuat Masyarakat Sepaku Khawatir

Keterangan Pers

Kunjungan Plt Bupati Penajam Paser Utara saat acara wawancara eksklusif dengan salah satu media elektronik nasional (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pemasangan plang atau papan pemberitahuan bertuliskan kawasan pemerintah di permukiman padat penduduk di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, yang bakal menjadi kawasan inti Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara membuat masyarakat di daerah itu khawatir.

“Kami merasa khawatir jika lahan pertanian dan tempat tinggal kena pembangunan IKN,” ujar Hasanuddin warga Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku saat Pelaksana Tugas Bupati Penajam Paser Utara Hamdam Pongrewa berkunjung kekediaman warga tersebut.

“Sejauh ini diketahui belum ada negosiasi langsung kepada kami sebagai masyarakat di wilayah IKN, sehingga kami merasa khawatir tentang keberadaan kami saat ini,” tambahnya dalam keterangan pers yang diterima helloborneo.com, Jumat.

Hasanuddin menyatakan, dirinya bersama sebagian besa warga lainnya telah puluhan tahun menetap di daerah tersebut dibuktikan dengan adanya pemakaman orang-orang terdahulu di wilayah itu, dan masyarakat sebagian besar memiliki bukti kepemilikan lahan berupa sertivikat tanah, segel maupun bentuk yang lainnya.

Ia berharap jika tempat tinggal mereka nantinya terdampak pembangunan IKN, ada solusi terbaik bagi masyarakat wilayah itu dengan ganti untung bagi warga sekitar yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

“Ketika lahan dan bangunan kami diambil, kemana lagi kami akan tinggal dan mencari penghidupan sehari-hari. Untuk itu kami bersama warga lainnya telah sepakat mengumpulkan surat-surat kepemilikkan lahan kami masing-masing dan segera menyurati Presiden terkait ini,” jelasnya.

Jika harus memilih mendapat ganti untung yang besar atau tetap berdomisili di wilayah itu Hasanuddin mengaku, ingin tetap berdomisili di wilayah itu karena hadirnya IKN di wilayahnya merupakan satu anugrah terbesar dalam hidupnya.

“Kami juga ingin hidup dan tinggal berdampingan dengan IKN, dekat dengan Istana Negara yang merupakan tempat keberadaan Presiden,“ ucapnya.

PlT Bupati Penajam Paser Utara Hamdam Pongrewa mengatakan, apresiasi masyarakat menyangkut Otorita memang beragam, tetapi dapat dipahami sesungguhnya keinginan warga sebagian besar ingin tetap berdomisili di kecamatan Sepaku sebagai wilayah IKN Indonesia yang baru.

Berbagai alasan untuk tetap berada di IKN tersebut lanjut ia, tentu dengan alasan yang memang patut diperhitungkan oleh pemerintah Otorita, sebab mata pencarian mereka selama ini memang berada ditempat itu dan sebagian masyarakat juga ingin tetap hidup berdampingan dengan IKN.

“Makanya ketika ada pilihan antara ganti untung atau tetap berada di tempat sekarang, sebagian besar warga ingin tetap berada di tempat yang sekarang. Kami yakinkan sesungguhnya masyarakat Sepaku bisa diajak negosiasi untuk menentukan mana yang terbaik untuk mereka,“ kata dia.

Plt Plt Bupati Hamdam Pongrewa juga mengunjungi lokasi titik nol pembangunan IKN, lokasi pembangunan Istana Negara dan Jembatan Pulau Balang di kelurahan Pantai Lango, sebagai rangkaian acara wawancara eksklusif dengan salah satu media elektronik nasional. (adv/humas6/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.