Vaksin COVID-19 Kedaluwarsa di Kabupaten Penajam Belum Dimusnahkan

ES Yulianto

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Sri Temu (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Vaksin COVID-19 jenis AstraZaneca sebagai vaksin penguat (booster) yang telah kedaluwarsa di Kabupaten Penajam Paser Utara belum dimusnahkan karena menunggu instruksi Kementerian Kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara, Sri Temu ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Jumat, mengatakan, ada vaksin yang akan digunakan untuk vaksin booster atau vaksinasi dosisi ketiga jenis AstraZaneca yang sudah kedaluwarsa.

Namun demikian lanjut ia, prosesor vaksinasi COVID-19 dosis ketika atau vaksinasi penguat tersebut tetap berjalan oleh pihak TNI dan Polri.

“Kemarin kami di drop AstraZeneca tapi sudah kedaluwarsa, dan sekarang yang punya vaksin booster hanya TNI-Polri itu vaksin jenis Pfizer,” ujarnya.

Vaksin COVID-19 jenis AstraZeneca yang kedaluwarsa tersebut berada di beberapa puskesmas yakni di Puskesmas Petung 23 vial, Puskesmas Sebakung Jaya 10 vial dan Puskesmas Semoi 12 vial.

“Yang terdata kemarin tidak banyak, lebih kurang sekitar puluhan vial tersebar di beberapa puskesmas,” ucapnya.

Vaksin COVD-19 yang kedaluwarsa tetap disimpan di masing-masing puskesmaa dalam suhu sesuai aturan menurut dia, karena masih menunggu instruksi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyangkut vaksin kedaluwarsa tersebut.

“Kami tunggu instruksi apakah akan dimusnahkan atau bagaimana, kami menunggu instruksi saja. Yang pasti vaksinnya sekarang kami simpan di suhu 2-8 derajat Celcius sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Petung Arlena mengaku, sebanyak 23 vial vaksin AstraZeneca telah kedaluwarsa pada 28 Februari 2022, kendati vaksin sempat digunakan sebelum 28 Februari 2022.

“Ada 23 vial vaksin kedaluwarsa 28 Februari 2022. Sebelum tanggal itu kami sempat melakukan vaksinasi karena awal bulan Februari kami menerima AstraZeneca, tapi sasarannya sudah kurang tidak seperti di awal,” kata dia. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.