Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi ST. (TBS)

Ketua DPRD Paser Soroti Banjir dan Sektor Pertanian Long Kali

TB Sihombing

Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi ST. (TBS)
Ketua DPRD Paser, Hendra Wahyudi (TBS)

Paser, helloborneo.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat daerah atau DPRD Kabupaten Paser, Hendra Wahyudi menyoroti masalah banjir dan penunjang sektor pertanian khususnya di Kecamatan Long Kali.

“Kami minta solusi masalah banjit tahunan di Kecamatan Long Kali menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten untuk minmalisir masalah penunjang  sektor pertanian di Kecamatan Long Kali,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB tersebut ketika ditemui helloboneo.com di Paser, Senin.

Dengan dijadikan Kecamatan Long Kali sebagai lokasi penambahan kawasan pengembangan pangan dalam skala luas atau food estate lanjut ia, seharusnya persoalan banjir tahunan perlu ditindak dengan baik lebih dahulu oleh pemerinta kabupaten.

Adanya wacana pembangunan Bendungan Lambakan oleh pemerintah pusat di Kecamatan Long Kali, menurut dia, menjadi solusi penanganan banjir dan mendukung pengembangan sektor pertanian, kendati masih menantikan realisasi dari program pembangunan tersebut.

“Masalah banjir di Long Kali tidak bisa apa-apa, kecuali Bendungan Lambakan itu terbangun air baru bisa di kendalikan. Kalau tanpa bendungan, pastinya susah menangani masalah banjir,” ucap wakil rakyat Dapil (daerah pemilihan) Long Kali-Long Ikis tersebut.

Pemerintah Kabupaten Paser pada 2023, fokus pada pengembangan industri pengolahan berbasis pertanian untuk menggerakkan perekonomian masyarakat, yang telah tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2023.

Pengembangan industri pengolahan tersebut, bahkan direncanakan ada penambahan luasan lahan utamanya komoditas padi dengan membidik Kecamatan Long kali, di antaranya 350 hektare di Desa Sebakung Makmur, 747 hektare di Desa Sebakung Taka dan 255 hektare di Desa Maruat.

Adanya aspek pendukung dalam mempersempit masalah banjir serta menyokong pengembangan pangan, dipastikan akan didukung dan sudah dilakukan pemetaan oleh OPD terkait, seperti penyelesaian jaringan irigasi, normalisasi sungai, pengendalian banjir, pembangunan tanggul tambak.

“Keran penanganan di sana telah ada, dalam kerangka perencanaan sudah menetapkan link-link mana yang mesti diselesaikan terlebih dahulu,” kata Hendra Wahyudi. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.