DPRD PPU Minta Pengembangan Food Estate Perhatikan Irigasi Persawahan

ES Yulianto

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Sujiati. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Pencanangan 3 desa di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapatkan tanggapan wakil rakyat. Dari sejumlah persoalan paling penting dalam pengembangan food estate adalah irigasi.

Sawah di Kecamatan Babulu

Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Sujiati mengaku optimis tercapainya tujuan food estate di 3 desa di Kecamatan Babulu. Dirinya beralasan bahwa hasil panen yang terjadi di daerah tersebut maksimal.

“Kalau saya masih optimis karena tiga desa yang tunjuk itu maksimal hasil panennya, apalagi dengan program itu, saya masih optimis,” kata Sujiati, Rabu (23/04/22).

Politisi Partai Gerindra ini mengungkapkan bahwa optimisnya cukup mendasar. Dari masa panen 3 desa tertinggi bisa 2 kali panen dalam setahun serta dalam luasan 1 hektare hasil panen bisa mencapai 5 ton.

“Dengan setahun 2 kalo panen. Dalam satu hektar saat ini bisa 4 – 5 ton,” terangnya.

Namun saat ini yang menjadi permasalahan adalah tingginya zat asam lantaran kurangnya irigasi sehingga air yang masuk tidak mudah teralirkan.

Petani Menanam Padi
Petani Menanam Padi

“Zat asam kita masih tinggi padahal penanganan asam itu mudah pada saat irigasi lancar jadi akan ada sirklus air keluar akan tercuci tanah,” ungkapnya.

Dari food estate untuk 3 desa yang dicanangkan yakni Desa Gunung Mulia, Desa Gunung Intan dan Desa Sebakung Jaya pemerintah harus bisa memperhatikan persoalan irigasi.

“Dalam pencanangan food estate harus memperhatikan irigasi agar zat asam yang tinggi bisa tertanggulangi,” tutupnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.