IKN Pindah Kalian Bisa Apa?: Tingkatkan Kapasitas & Kualitas, SDM Kabupaten PPU Harus Siap Bersaing

ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Rabu (23/03/2021) pukul 19.30 puluhan anak muda di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan diskusi bertemakan “IKN pindah, Kalian Bisa Apa?!”. Hal tersebut dilatarbelakangi keresahan berlangsung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kegiatan ini didukung berbagai pihak mulai dari Lovi Gustian, Umak Communal Space, helloborneo.com, Gemar Belajar (GEMBEL) Penajam Paser Utara, Lapas Infinity, Tiga Kopi, dan juga diisi hiburan Stand Up Indo Penajam Paser Utara.

Dalam kesempatan ini pemuda Kecamatan Sepaku, Raihan mengatakan bahwa saat ini pemerintah harus memperhatikan peningkatan sumberdaya daya manusia, sehingga tidak melulu mengenai masifnya pembangunan IKN.

Hal tersebut berdasarkan kekhawatiran dampak dari Undang-undang Nomor 3 tahun 2022 tentang IKN lampiran kedua yang menyatakan memberikan insentif untuk orang yang datang, menetap dan bekerja atau membuka usaha di Kawasan IKN (KIKN)

“Perhatian khusus tidak hanya pembangunan tapi tentang sumber daya manusia harus disiapkan, karena adanya insentif bagi pendatang. Kita tidak bisa bersaing bila sumberdaya daya manusia yang ada tidak diperhatikan. Di tanah dan daerahnya sendiri kita tersingkirkan,” kata Raihan.

Sedangkan menurut anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU, Bijak Ilhamdani menanggapi bahwa dalam kesempatan hadirnya IKN ke Kabupaten PPU sumber daya manusia harus menaikan cita-cita satu tingkat lebih tinggi karena persaingan semakin ketat.

“Dari awalnya cita-cita untuk ini dan lainnya saat ini kita harus bisa naikkan cita-cita satu tingkat lebih tinggi,” ucap Bijak Ilhamdani.

Sementara itu, Ahmad Husain yang hadir sebagai peserta diskusi menyuarakan para pemuda harus bisa diberikan kesempatan, pelatihan dan pendampingan agar tidak hanya menjadi penonton di luar pagar perpindahan IKN

“Harusnya memberikan kesempatan, pelatihan, dan pendamping berbuat agar tidak jadi penonton. Sebelum itu juga harus meningkatkan sumber daya manusia agar bisa bersaing, ini tentu saja difasilitasi oleh pemerintah,” pungkas Ahmad Husain. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.