Roy MS
Balikpapan, helloborneo.com – Komando Daerah Militer (Kodam) VI Mulawarman menegaskan kesiapan jajarannya untuk mengkawal proses pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pudjo Rumekso mengungkap bahwa proses pembangunan infrastruktur IKN Nusantara saat ini berangsur dilakukan.

“Seperti dilihat tadi, aktivitas pengangkutan material mulai terlihat. Itu artinya progres pembangunan mulai dari infrastruktur sudah mulai berjalan,” kata Teguh pada kesempatan silaturahmi bersama awak media di Posko Aju IKN Kodam VI/Mlw, Selasa (5/4).
Untuk itu, menurutnya pengawalan oleh pihaknya cukup penting dilakukan guna memastikan keamanan dan kelancaran selama proses pembangunan berjalan. Dalam tahap awal ini, Kodam VI/Mlw mendirikan posko aju di sekitar titik nol IKN Nusantara dengan turut menyiagakan sejumlah personelnya.
“inilah salah satu tujuan didirikannya Posko Aju di lokasi ini. Kalau secara kekuatan personel, di posko ini sudah diperkuat sekitar satu pleton. Posko ini berfungsi taktis, Saya sendiri dalam kondisi tertentu bisa berkantor langsung di sini,” jelasnya.
Lebih lanjut Teguh menyatakan telah menyiapkan enam SSK (Satuan Setingkat Kompi) prajurit Kodam VI/Mlw untuk mengkawal proses pembangunan IKN. Hanya saja, untuk penyiagaan personel dengan jumlah tersebut tidak dilakukan sekaligus, melainkan berangsur menyesuaikan tahapan pembangunan nantinya.
“Di wilayah ini sebenarnya kami sudah diperkuat oleh Koramil (Komando Rayon Militer) Sepaku jadi masih cukup, selain itu Polsek setempat turut mem-backup,” sambungnya.
Seiring pemindahan pusat pemerintahan, maka otomatis Markas Besar (Mabes) TNI termasuk Angkatan Darat (AD) pun akan turut berpindah. Teguh tak luput mengemukakan bahwa Kodam hingga satuan wilayah setingkat koramil khusus di IKN Nusantara pun menyusul akan dibentuk. “Rencana itu sudah ada, bahkan beberapa hari lalu utusan dari Mabes sudah meninjau lokasi pembangunannya. Hanya saja untuk penempatan personelnya saya tidak bisa memastikan, karena itu kewenangan dari Mabes,” pungkasnya. (yor)
















