ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Penajam Paser Utara, meminta SKPD (satuan perangkat kerja daerah) di lingkungan kabupaten setempat melakukan analisa beban kerja THL (tenaga harian lepas).
“Saat ini semestinya SKPD sudah bisa melihat kinerja masing-masing THL, artinya kalau dianggap berlebihan bisa merekomendasi untuk dilakukan usulan pindah ke OPD (organisasi perangkat daerah) lainnya, ujar Kepala BKPSDM Kabupaten Penajam Paser Utara, Khairuddin di Penajam, Senin.
Sampai saat ini jumlah THL atau honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara yang tesebar di SKPD mencapai 3.509 orang.
Namun jumlah tersebut tidak seimbang dengan kebutuhan PNS (pegawai negeri sipil) atau ASN (aparatur sipil negara) saat ini.
Kendati terus melakukan penerimaan PNS, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara masih membutuhkan sekitar 700 orang untuk mencapai ideal.
“3.509 THL dengan kebutuhan formasi ASN yang ada sebenarnya sudah tidak seimbang,” ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki 3.509 THL dan 3.893 PNS sudah termasuk P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) dan penyuluh pertanian, sehingga total tenaga kerja yang menjadi tanggungan pemerintah kabupaten sebanyak 7.402 orang.
Ribuan THL tersebut cukup mendominasi di beberapa OPD menurut Khairuddin, harus ada penyebaran THL kepada SKPD yang masih kekurangan pegawai.
Dia beralasan ada kekhawatiran akan jumlah tenaga honorer yang berlebih di SKPD, sehingga tidak sesuai dengan beban kerja.
“THL ada yang cukup banyak di satu OPD, itu bisa melakukan retribusi kepada OPD yang membutuhkan pegawai. Harus ditata jangan sampai satu dinas SKPD THL membengkak yang dikerjainnya apa, beban kerjanya apa,” kata Khairuddin. (bp)

















