Labfor Lakukan Olah TKP, Kebakaran Ruko Berawal Dari Mobil Dobel Kabin

Tim Puslabfor Mabes Polri melakukan olah TKP kebakaran di Jalan AW Syahranie, RT 14 Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu Kota Samarinda, Kalimantan Timur. (Ist)

Roy MS

Samarinda, helloborneo.com – Polresta Samarinda menetapkan M (21) sebagai tersangka dalam insiden kebakaran ruko deret yang menewaskan 7 penghuninya di Jalan AW Syahranie, RT 14 Kelurahan Gunung Kelua Samarinda Ulu Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Tersangka M adalah pengemudi mobil dobel kabin KT 5802 NN warna putih yang menabrak rak bensin eceran di salah satu ruko tersebut hingga memicu kebakaran.

Mengenai kasus tersebut, Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Ary Fadly menyatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 188 KUHP subsidair  359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan korban jiwa.

“Kita tadi laksanakan gelar, sudah tetapkan tersangkanya sopir mobil (M), juga kita lakukan penahanan mulai hari ini,” jelas Fadly dikonfirmasi, Senin (18/4) malam.

Lebih lanjut Fadly menerangkan, tim Puslabfor Mabes Polri Cabang Surabaya kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari situ kemudian diketahui pula bahwa percikan api dalam insiden kebakaran bersumber dari mobil yang dikendarai M.

“Tadi gambaran awal dari sana (olah TKP) sudah ada sedikit kejelasan. Asal api memang berawal dari kendaraan tersebut. Tapi secara formilnya (hasil olah TKP) kan dari Labfor,” imbuhnya.

Di samping fakta-fakta tersebut, melalui keterangan saksi-saksi diperoleh informasi bahwa tersangka M mengemudikan mobil dari Kabupaten Kutai Timur yang turut membawa seorang rekannya. Namun, belum sampai di tujuan, tepatnya di lokasi kejadian, mobil hilang kendali. Menurut pengakuan M, dirinya lelah dan mengantuk.

Untuk diketahui, perjalanan darat dari Sengatta, Kutai Timur ke Samarinda memakan waktu sekitar 4 hingga 5 jam.

“Keterangan itu kita sinkronkan data di tkp dan posisi kendaraan, ya mendukung,” ujarnya membenarkan.

Setelah menabrak, M bersama penumpangnya keluar dari mobil dan warga sekitar semakin ramai mendatangi lokasi kejadian. Melihat kobaran api yang membesar M kemudian meninggalkan lokasi diikuti rekannya yang menumpang tadi.

Selang beberapa jam dari peristiwa tersebut, M bersama rekannya diamankan di kawasan Loa Janan Ilir, Samarinda. “Untuk penumpangnya kita jadikan saksi ya. Dikenakan wajib lapor. Selama perjalanan Dia tertidur,” katanya lagi.

Kebakaran ruko deret ini terjadi Minggu (17/4) sekira 4.45 Wita. Humas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda Herry Suhendra menerangkan, ada tujuh korban yang dievakuasi dari lantai dua bangunan. Sementara satu korban lainnya di lantai dasar. Seluruhnya masih satu keluarga.

Enam korban meninggal di tempat, sementara satu lagi menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit. (yor)


Berita terkait:

Korban Meninggal Terkepung Asap, Pengemudi Mobil Pemicu Kebakaran Ruko Kabur

Ruko Deret di Samarinda Terbakar Usai Ditabrak Mobil, 7 Penghuninya Tewas




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.