Pemerintah Kabupaten Penajam Lakukan Upaya Pinjam Lahan Milik Pertamina

ES Yulianto

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara masih melakuan upaya peminjaman lahan 100 hektare milik PT Pertamina (Persero) guna menyelesaikan pembangunan Bendungan Lawe-Lawe, di Kecamatan Penajam senilai Rp179 miliar

“Saat ini proses perbaiki kesepakatan pinjam pakai lahan milik Pertamina,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Selasa.

Bemdungan Lawe-Lawe tersebut mulai dikerjakan sejak 2014 dan terhenti pada 2017, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membutuhkan 200 hektare lahan dengan kapasitas bendungan hingga 400 liter per detik.

Saat ini kebutuhan tanah 100 hektare untuk pembangunan Bendungan Lawe-Lawe terkendala pinjam pakai lahan dengan PT Pertamina (Persero).

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara jelas dia, sedang memperbaikan Nota Kesepahaman (MoU) menyangkut pinjam pakai lahan milik PT Pertamina (Persero) tersebut.

Dalam nota kesepahaman menurut dia, pemerintah kabupaten tetap mengajukan waktu peminjaman lahan selama lima tahun, pinjam pakai lahan seluas 100 hektare itu berakhir pada tahun ini (2022).

“Kami nilai Pertamina kembali buka peluang untuk setuju pinjam pakai lahan itu, Pertamina bersedia bahas pinjam pakai lahan tahun ini tetap selama lima tahun,” ucapnya.

Pelaksana tugas Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara Hamdam telah melakukan pertemuan bersama perwakilan PT Pertamina (Persero) guna membahas pinjam pakai lahan di Hotel Pullman, Bali pada Rabu, 25 Mei 2022.

Diharapkan usulan perpanjangan pnjma pakai lahan tersebut mendapat respon positif dari PT Pertamina (Persero), sehingga pembangunan waduk yang berlokasi di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam dapat dilanjutkan.

Cakupan air bersih di wilayah Penajam Paser Utara manjadi keluhan, sebab saat ini cakupan air bersih masih 28 Persen melalui pengelolaan Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Air Minum Danum Taka. (adv/bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.