Sophia A Razak

Balikpapan, helloborneo.com – Ditengah situasi pandemi, Sinarmas Land justru berhasil mencatat revenue yang cukup baik dalam menjalankan bisnis propertinya di kota Balikpapan. Dikatakan oleh Kalimantan dan Sulawesi Division Head Sinarmas Land, Limjan Tambunan, pihaknya tetap agresif terus lakukan pengembangan di kawasan Grand City Balikpapan.
“Merumuskan strategi untuk terus meningkatkan penjualan terus dilakukan, salah satunya dengan strategi “offensive” yaitu memilih tetap agresif dalam menawarkan hunian yang berkonsep Experience Nature in Vibrant City kendati aktivitas ekonomi sempat menurun,” ungkapnya di sela Media Gathering yang dilakukan, Kamis, (4/8) lalu, di Office Marketing Grand City Balikpapan.
Ia menegaskan saat pandemi masyarakat takut berinvestasi, namun pihaknya terus melanjutkan pengembangan dengan prinsip apabila pasar tidak cukup kondusif tahun ini akan bisa dijadikan unit yang siap huni di tahun depan dan penyesuaian harga.
Klaster Cheville Adaptasi Hunian Modern dengan Kebiasaan Baru di Era Pandemi
Adaptasi New Normal Sinarmas Land lakukan pengembangan klaster Cheville. Setiap unit Cheville memiliki wastafel di teras depan rumah. Dengan demikian, baik penghuni maupun tamu yang datang dapat mencuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah.
Selain itu, rumah di klaster itu juga memiliki ruang tambahan di bagian attic atau bawah atap. Ruangan ini dapat difungsikan sebagai ruang kerja selama work from home atau ruang belajar untuk anak bersekolah secara online.
“Pasar di kota Balikpapan ternyata tidak terduga, yang kami tawarkan kawasan hunian tipe 49, ternyata banyak juga yang ingin memiliki hunian dengan tipe 123. Ini menarik, apalagi peluang memiliki properti di sini juga didukung oleh berbagai pihak yang bekerjasama dengan kami. Segmentasi yang luas untuk mereka yang berpenghasilan Rp15 juta hingga Rp20 juta perbulan,” ujarnya.
Dengan desain rumah tumbuh, masing-masing unit dilengkapi dengan taman belakang. Klaster Cheville dapat dimanfaatkan untuk pengembangan masa depan sesuai kebutuhan keluarga. Ditawarkan dengan harga perdana mulai Rp 814 juta, bisa memiliki hunian tapak modern di dekat ibu kota negara baru.
“Chevilla target kita jualan sejak April 2021. Terjual 86 unit total disaat pademi. harga Rp800 jutaan, kini sudah tercapai sekitar Rp300 miliar dari target penjualan tahun ini yang mencapai Rp550 miliar, tapi kita optimis hingga akhir tahun ini penjualan terus meningkat,” jawab Limjan.
Jelang Akhir Tahun, Grand City Miliki Destinasi Kuliner Baru
Food Center, fasilitas terbaru yang saat ini tengah dikembangkan Sinarmas Land, di Grand City, Balikpapan,
rencana akan dibuka untuk umum pada Oktober 2022. Saat ini pembangunan sudah mencapai progres 40 persen, dan dalam waktu dekat akan mulai dilelang desain interiornya.
Limjan Tambunan menambahkan food center ini dirancang sebagai destinasi kuliner bagi warga penghuni Grand City dan juga Kota Balikpapan. Menempati area seluas satu hektar, food center ini mencakup 30 kios, dan 28 food stall dengan skema kepemilikan sewa .
“Saat ini sudah ada tenant yang meminati, sekitar 30 yang masuk daftar. Nantinya akan kami kurasi lagi,” ujar Limjan.
Untuk dapat mengisi kios dan food stall di food center ini, para tenant dikenakan tarif sewa masing-masing Rp 385.000 per meter persegi per bulan, dan Rp 350.000 per bulan. Destinasi kuliner ini akan dilengkapi dengan danau buatan seluas 6 hektar, tempat parkir berkapasitas hingga 200 unit, dan juga ruang terbuka hijau yang dapat dinikmati pengunjung. (sop/log)

















