Sudirman Minta Satgas Pangan PPU Tinjau Dampak Kenaikan BBM

ES Yulianto

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Sudirman. (ESY))
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Sudirman. (ESY))

Penajam, helloborneo.com – Wakil Rakyat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari Partai Demokrasi Perjuangan (PDI-P) Kabupaten PPU meminta agar pemerintah daerah melakukan pemantauan terhadap sejumlah bahan pokok dampak dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Sudirman mengaku ada potensi penjual atau tengkulak memanfaatkan momen kenaikan BBM untuk menaikan harga bahan pokok tak wajar.

Pasar Penajam.

“Dengan naiknya BBM berpotensi harga-harga juga naik, bila harus mengalami kenaikan dimungkinkan tidak mengambil kesempatan sehingga kenaikan tersebut tidak wajar,” kata Sudirman.

Dari potensi tersebut Satuan Tugas (Satgas) Pangan dianggap penting untuk meninjau hal tersebut. Satgas Pangan dianggap harus turun ke lapangan meninjau bahan pokok dan lainnya yang mengalami kenaikan akibat dampak kenaikan BBM.

Pekerja SPBU Pertamina mengisi sepeda motor dengan bensin bersubsidi di Jakarta, 22 Agustus 2022. (REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)
Pekerja SPBU Pertamina mengisi sepeda motor dengan bensin bersubsidi. (Dok)

“Tidak mesti harus naik ada hal-hal yang mungkin wajar naiknya sudah tidak wajar, ini mestinya dicontrol Satgas Pangan harus turun kelapangan,” terangnya.

Sudirman tak ingin peristiwa penimbunan 170 liter BBM subsidi jenis Bio Solar seperti 1 September 2022 lalu terulang.

“Melihat kondisi jangan sampai ini ada permainan. Ada salah satu contoh penimbunan minyak dan ini harus di control,” jelasnya.

Meski belum melihat peran dari Satgas Pangan, Sudirman berharap apa yang dirinya sampaikan bisa menjadi dorongan pemerintah daerah bersama Satgas Pangan hadir ditengah masyakarat.

“Kita belum tau ini juga kita baru menyampaikan. Apapun kondisi dan keadaan di PPU, pemerintah harus hadir,” harapnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses