Kembangkan Kasus Laka Maut KM 24, Polisi Tunggu Hasil Audit Kelaikan Truk

Dirlantas Polda Kaltim Kombes Sony Irawan. (dok. helloborneo.com)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.comKepolisian masih fokus pada proses penyidikan kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) maut di jalur poros Balikpapan-Samarinda, kilometer 24, Karangjoang Balikpapan Utara. Penyidik kini menunggu hasil pemeriksaan saksi ahli terhadap kelaikan truk yang menabarak belasan orang hingga mengakibatkan lima di antaranya meninggal dunia.

Direktur lalu lintas (Dirlantas) Polda Kaltim Kombes Sony Irawan memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Daerah (BPTD) untuk mengecek kelaikan truk self loader yang dikemudikan tersangka A. Termasuk dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk mengetahui keabsahan administrasi kendaraannya.

“Sudah berkoordinasi dengan Dishub dan juga tim ahli dari BPTD untuk melakukan audit terhadap kendaraan dari sisi registrasi dokumen, termasuk kelaikannya. Ini masih proses, kita tunggu hasilnya,” kata Sonny di Markas Polda Kaltim, Kamis (22/9).

Meski olah TKP yang dilakukan tim Traffic Accidents Analyst (TAA) sebelumnya memastikan indikasi kelalaian oleh sopir, menurut Sonny pengembangan kasus tetap akan dilakukan. Satu di antaranya melakukan uji bebas narkoba terhadap tersangka A.

“Akan tetap kita kembangkan. Termasuk indikasi yang mengarah pada unsur kesengajaannya. Karena melihat dari olah tempat kejadian kemarin, masih ada space untuk dia (sopir truk) menghindari kecelakaan,” jelasnya.

Untuk diketahui, sopir truk self loader berplat nomor S 9129 UZ berinsial A telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan maut tersebut.  Penyidik kepolisian sementara menjerat dirinya dengan Pasal 310 Undang Undang Nomor 25 tahun 2009 mengenai kelalaian yang memicu kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Kecelakaan di jalur poros Balikpapan-Samarinda itu terjadi Selasa (21/9) sekitar pukul 23.00 Wita. Saat kejadian, truk yang dikemudikan A menabrak 11 penumpang dan pengemudi Toyota Etios KT 1039 CM dan Daihatsu Pickup Grand Max KT 8790 QS di bahu jalan.

Kepada petugas A mengaku mendadak membanting stir ke kiri, saat mengetahui truk lain di arah berlawanan. Namun setelah itu Ia tak mampu mengendalikan kendaraan hingga lima orang di antaranya meninggal dunia. (yor)

BACA JUGA:





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses