Dorong Konsumsi Pangan Lokal, Petani Kabupaten PPU Diharapkan Diversifikasi Bahan Pangan

NB Purwaniawan

Foto Drone Sawah di Kecamatan Babulu
Foto Drone Sawah di Kecamatan Babulu

Penajam, helloborneo.com – Sebagai upaya mendorong mayarakat mengkonsumsi pangan lokal, DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengharapkan petani melakukan diversifikasi bahan pangan, khususnya komoditas umbi-umbian dan jagung.

Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati di Penajam, Kamis mengatakan pangan pokok atau pangan sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara masih beras.

Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Sujiati. (Dok)

Padahal, lanjutnya, Kabupaten Penajam Paser Utara, khususnya di Kecamatan Babulu, memiliki potensi besar memproduksi bahan pangan yang memiliki karbohidrat pengganti beras.

“Diversifikasi pangan di Kecamatan Babulu sangat berpotensi untuk jenis umbi-umbian, tetapi kalau jagung terkendala lahan karena banyak perkebunan,” katanya.

Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, menurut dia, telah menerapkan diversifikasi bahan pangan dengan memanfaatkan lahan untuk menanam tanaman lain selain padi.

Petani PPU Mulai Mengolah Lahan Sawah
Petani PPU Mulai Mengolah Lahan Sawah.

Sejumlah kelompok tani di Desa Sebakung Jaya, selain memanfaatkan lahan untuk menanam padi, juga difungsikan untuk menanam tanaman lainnya seperti umbi-umbian dan sayur-mayur.

Dengan demikian, para petani memiliki hasil panen harian, mingguan dan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui tanaman yang ditanam di sekitar lahan persawahan.

Ia mengatakan potensi produksi tanaman selain padi dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi yang ada dan sudah ada kelompok tani yang memaksimalkan potensi tersebut.

Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota diharapkan melakukan sosialisasi produk pangan lainnya yang memiliki kandungan karbohidrat cukup tinggi.

“Melalui diversifikasi pangan ini akan dapat menurunkan konsumsi beras, sehingga memperkokoh ketahanan pangan nasional kita,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.