Legislatif PPU Menaruh Harapan kepada Bapak Asuh Stunting

ES Yulianto

Wakidi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU. (ESY)
Wakidi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) berharap adanya bapak asuh stunting bisa membantu mengurangi jumlah stunting di Kabupaten PPU.

Kamis 29 September 2022 Kapolres PPU, Kajari PPU dan Dandim 0913 PPU dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Stunting.

Wakidi, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten PPU berharap adanya bapak asuh membantu mempercepat penurunan angkat stunting. Hal tersebut melalui beberapa hal seperti pencegahan, sosialisasi hingga bantuan secara langsung.

Kamis 29 September 2022 Kapolres PPU, Kajari PPU dan Dandim 0913 PPU dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Stunting.(ESY)
Kapolres PPU, Kajari PPU dan Dandim 0913 PPU dikukuhkan menjadi Bapak Asuh Stunting.(ESY)

“Mudah-mudahan akan mempercepat penurunan angka stunting, melalui pencegahan angka stunting baru. Faktor yang sulit dibendung yakni faktor genetik, ada orang-orang yang tidak memiliki kemampuan menyerap asupan secara sempurna,” kata Wakidi.

Dengan dikukuhkannya bapak asuh ini meminimalisir pertumbuhan angka stunting. Pasalnya jumlah stunting tak bisa hingga nol karena adanya faktor genetik. Sehingga tak hanya faktor ekonomi masyarakat juga faktor genetik atau bawaan organ tubuh manusia.

“Angka tersebut akan selalu ada yang penting bisa bantu meminimaisir. Alhamdulillah ada bapak asuh dari instansi verfikal, saya kira akan membantu mengurangilah,” jelas Wakidi.

Dandim 0913 Kabupaten PPU Letkol Inf Arfan Affandi. (Tengah). (ESY)
Dandim 0913 Kabupaten PPU Letkol Inf Arfan Affandi. (Tengah). (ESY)

Sedangkan menurut Dandim 0913 Kabupaten PPU Letkol Inf Arfan Affandi mengaku akan melakukan pencegahan setiap saat dengan cara sosialisasi dengan pihak terkait hingga sampai ke tingkat desa-desa.

“Perannya melakukan sosialisasi setiap saat, upaya pencegahan salah satunya yakni melakukan sosialisasi dengan pihak terkait, juga melakukan sosialisasi secara mandiri ke desa-desa untuk pencegahan,” terang Dandim 0913 PPU.

Dari data yang diperoleh Letkol Inf Arfan Affandi angka stunting di Kabupaten PPU mencapai lebih dari 800 kasus. Upaya pihaknya pun telah memberikan bantuan sosial kepada 300 anak stunting tersebut. Hal tersebut sebagai bentuk dukungan moril kepada anak stunting.

“Dari 800 sudah 300 bantuan sosial untuk anak stunting, sehingga moril tumbuh percaya diri merasa masih diperhatikan. Generasi sehat, generasi kuat mengawal bangsa kedepan,” ungkapnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses