L Gustian

Penajam, helloborneo.com – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memintah Pemerintah Kabupaten PPU fokus pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung. Selain seiring daerah itu menjadi daerah penyangga Ibu Kota Negara atau IKN Indonesia Nusantara, juga dilakukan untuk peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Benuo Taka.
Peningkatan pengembangan RSUD Ratu Aji Putri Botung menurut Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten PPU, Sujiati di Penajam, Senin (10/10), karena sangat dekat dengan lokasi IKN Nusantara.

“Harusnya RSUD Ratu Aji Putri Botung dikembangkan, bukan RSUD Sepaku yang akan menjadi aset pemerintah pusat setelah dipindahkannya IKN,” ujarnya.
Kebutuhan layanan kesehatan lanjut dia, akan meningkat setelah pemindahan IKN ke sebagian wilayah PPU dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ia meyakini PPU akan menjadi daerah penyangga IKN Nusantara. Oleh karena itu jelas dia, pemerintah kabupaten harus mengutamakan pengembangan RSUD Ratu Aji Putri Botung untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan.
Usulkan anggaran pengembangan dan pembangunan RSUD Ratu Aji Putri Botung tegas dia, kepada pemerintah pusat.
“Harus diutamakan pengembangan RSUD Ratu Aji Putri Botung karena untuk mendukung layanan kesehatan IKN Nusantara,” ucapnya.
“Kami tahu anggaran perencanaan pengembangan dan pembangunan RSUD Ratu Aji Putri Botung itu bisa mencapai ratusan miliar,” jelasnya.
Sedangkan pengembangan RSUD Sepaku yang masuk lokasi IKN Nusantara kata Sujiati, akan menjadi wewenang pemerintah pusat.
Nantinya, ketika IKN Nusantara terbangun RSUD di Kecamatan Sepaku tersebut bukan lagi aset Pemerintah Kabupaten PPU. (adv/log)
















