Syahrudin M Noor Dorong Pemkab PPU Berlakukan Kembali Absensi Fingerprint 

L Gustian

Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Syahruddin M Noor (MR Saputra – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pemerintah daerah mengaktifkan kembali absensi fingerprint sebab sejak pandemi covid-19 telah mengalami penurunan. 

“Sesuai dengan kondisi saat ini, seharusnya absen pegawai dengan sistem fingerprint diberlakukan kembali,” kata Syahrudin, Ketua DPRD Kabupaten PPU, Senin (10/10).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU menghentikan absen pegawai menggunakan sidik jari atau fingerprint sejak awal pandemi Covid-19 dan digantikan absen manual.

ASN PPU Kembali Diterapkan Absen Sidik Jari

Setelah pandemi Covid-19 telah melandai, penggunaan absensi fingerprint harus diberlakukan lagi karena penggunaan absen sidik jari memudahkan mengontrol kedisiplinan jam kerja. 

“Aparatur Sipil Negara (ASN) sejak awal diangkat, kedisiplinan itu menjadi komitemen. Itu sudah menjadi kewajiban meskipun itu menggunakan absen manual ataupun fingerprint,” jelasnya.

Syahrudin menambahkan, ASN harus memiliki tanggung jawab atas tugas dan fungsi meskipun tidak mendapatkan pengawasan yang ketat. 

Pegawai BKPSDM Kabupaten PPU
Pegawai BKPSDM Kabupaten PPU

“Kalau ada ASN yang tidak disiplin jam kerja, tentu akan menjadi pertanyaan bagi kita. Apa alasannya tidak disiplin, karena fasilitas tercukupi ada gaji, TPP (Tunjangan Perbaikan Penghasilan) dan fasilitas lainnya,” terangnya.

Ia menambahkan, kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab PPU yang tidak disiplin atau tidak memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pekerjaannya agar segera mengundurkan diri.

“Profesional menjadi ASN itu tidak mudah, kalau ada yang malas-makanan dan sudah jenuh bekerja silakan angkat bendera putih. Pemerintah daerah juga harus mengevaluasi kalau ada pegawai yang tidak disiplin,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.