Indonesia Selidiki Kasus Cedera Ginjal Fatal pada Anak-anak

VOA Indonesia

Ilustrasi - Seorang dokter memeriksa tes batu ginjal ultrasonik Eric Wu di rumah sakit Taipei Zhongjiao, Rabu, 24 September 2008, di Taipei, Taiwan.(AP/Chiang Ying-ying)
Ilustrasi – Seorang dokter memeriksa tes batu ginjal ultrasonik Eric Wu di rumah sakit Taipei Zhongjiao, Rabu, 24 September 2008, di Taipei, Taiwan.(AP/Chiang Ying-ying)

Jakarta, helloborneo.com – Indonesia akan menyelidiki kasus cedera ginjal akut yang telah menyebabkan kematian lebih dari 20 anak di Jakarta tahun ini, kata pihak berwenang kesehatan. Penyelidikan dilakukan setelah pihak berwenang di Gambia mengatakan hampir 70 anak meninggal karena cedera ginjal akut setelah meminum sirup parasetamol yang dijual secara lokal untuk mengobati demam.

Indonesia akan berkoordinasi dengan peneliti dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang telah menemukan kandungan dietilen glikol dan etilen glikol yang dapat menjadi racun dalam kadar yang “tidak dapat diterima” dalam empat produk buatan Maiden Pharmaceuticals Ltd yang berbasis di New Delhi.

Kantor berita Reuters menyebutkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM) mengatakan dalam pernyataan bahwa sirup tersebut tidak terdaftar di dalam negeri.

Kementerian Kesehatan mengatakan sedang berbicara dengan para ahli dari WHO yang sedang menyelidiki kasus di Gambia dan telah membentuk tim dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan sebuah rumah sakit di Jakarta untuk menyelidiki kasus-kasus tersebut.

Pernyataan BPOM menyebutkan, penyakit itu telah menginfeksi 40 anak di Indonesia sejauh ini tetapi tidak mengatakan kapan kasus itu pertama kali dilaporkan.

IDAI sebelumnya dikutip mengatakan bahwa 131 kasus telah dilaporkan antara Januari dan September tahun ini, dan bahwa kasus di Gambia tidak terkait dengan yang ada di Indonesia.

Kementerian Kesehatan mengatakan, temuan awal menunjukkan potensi keracunan sebagai penyebab penyakit, tetapi belum ada penyebab pasti yang ditemukan. Kementerian itu mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan.

Pihak berwenang India, Rabu, mengatakan mereka menemukan 12 pelanggaran praktik di pabrik Maiden dan menghentikan produksi sirup obat batuk di pabrik tersebut. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.