Legislator Minta Disdikpora PPU Gelar Kegiatan Menumbuhkan Rasa Nasionalisme

ES Yulianto

Sejumlah pelajar dan guru di wilayah pesisir Kabupaten Penajam Paser Utara, ikuti kegiatan tanam mangrove. (Dok)

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meminta agar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten PPU untuk membuat kegiatan bersifat menumbuhkan rasa nasionalisme.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Syarifuddin HR mengatakan beberapa kali melihat aktivitas anak-anak usia sekolah diluar sekolah. Dirinya khawatir akan terkikisnya rasa nasionalisme anak-anak tersebut.

“Kalau kita lihat dari luar khawatir rasa nasionalisme ini terkikis karena perkembangan jaman,” kata Syarifuddin HR, Rabu (19/10)

Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)
Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)

Syarifuddin HR meminta agar dinas terkait tahun depan bisa membuat kegiatan yang bisa menumbuhkan rasa nasionalisme. Kegiatan tersebut tidak perlu masuk dalam pembelajaran di kelas melainkan melalui kegiatan lomba-lomba diluar sekolah.

“Keinginan kami itu bagaimana supaya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ada kegiatan yang bisa menumbuhkan rasa nasionalisme seperti kegiatan lomba lagu nasional, lomba Pancasila, baris berbaris dan pelajaran kewarganegaraan,” harapnya

Sebagai contoh, Syarifuddin HR menungkapkan saat ini beberapa lagu yang populer malah tidak mencerminkan cinta tanah air.

“Karena memang kalau kita selama ini melihatnya sudah asing didengar nyanyian rayuan pulau kelapa malah lagunya saat ini ojo disbanding-bandingke,” jelasnya.

Salah satu kegiatan penyuluhan atau sosialisasi kepada pelajar program TMMD Reguler 104 Kodim 0913 Penajam Paser Utara.

Syarifuddin HR sangat berkeinginan dinas terkait tidak lupa dalam hal anggaran untuk kegiatan tersebut. Pasalnya menurutnya dalam hal meningkatkan rasa nasionalisme menjadi tanggung jawab bersama.

“Mudah-mudahan tahun depan dinas terkait bisa menyediakan anggaran itu hal itu. Ini sebagai tanggung jawab kita bersama untuk mendidik anak diluar maupun didalam sekolah guna menumbuhkan rasa nasionalisme,” ujar Syarifuddin HR, Ketua Fraksi Partai Demokrat ini.

Syarifuddin HR menceritakan pengalamannya sebelum Kabupaten PPU menjadi Kabupaten. Bahwa bukan soal honor panitia dalam berkegiatan 17 Agustusan tapi karena idealisme terhadap rasa nasionalisme. Ini adalah sebuah contoh bagaimana peran pemerintah pada saat itu aktif dalam hal menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Sebelum jadi kabupaten saat kegiatan 17 agustus itu rame orang lomba baris berbaris, dulu panitianya tidak ada honor cukup diberi pita merah putih di baju, mereka merasa bangga karena kita merasa idealis nasionalisme sudah tertanam didalam dada,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.