DPRD Minta Pemkab PPU Lestarikan Keberadaan Hutan Bakau

L Gustian

Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)
Syarifuddin HR, anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Adanya hutan bakau (mangrove) di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) perlu mendapat perhatian. Karena saat ini hutan bakau sebagai penahan abrasi air laut ini semakin terancam keberadaannya seiring.

Anggota DPRD Kabupaten PPU, Syarifuddin HR, Kamis (20/10) berharap Pemkab PPU menyikapi keberadaan hutan bakau yang semakin terancam. Sebab meski sudah memiliki perda tentang mangrove namun belum ada aturan perlindungan terhadap kawasan mangrove, yang seharusnya tercantum dalam peraturan bupati.

Kawasan Teluk Balikpapan di Eksploitasi. (Ist)
Kawasan Teluk Balikpapan di Eksploitasi. (Ist)

“Nanti akan kita harus agendakan pembahasan terkait masalah kawasan hutan mangrove ini. Kami akan koordinasi juga dengan satuan kerja yang membidangi masalah perizinan dan masalah lingkungan,” jelasnya.

Syarifuddin menjelaskan hutan bakau atau mangrove merupakan kawasan yang dilindungi. Artinya tidak boleh ada kegiatan penebangan untuk kepentingan pembangunan. Termasuk pengawasan dan sanksi bagi masyarakat yang terbukti melakukan alih fungsi terhadap kawasan tersebut. 

(dok – Hello Borneo))

“Nah jika sudah ditetapkan sebagai kawasan hutan bakau harusnya dilindungi. Tidak boleh ada gangguan. Bahkan juga untuk lokasi pembangunan seperti pembangunan pelabuhan dan lainnya,” katanya.

Syarifuddin menambahkan, laporan Dinas Kehutanan dan Perkebunan ada sekitar empat ribu hektar hutan mangrove yang masuk Kawasan Industri Buluminung (KIB) terancam hilang. Sebagian hutan mangrove tersebut sudah tidak terselamatkan karena masuk dalam KIB melalui rencana tata ruang wilayah (RTRW). 

“Kemudian masih ada persoalan klaim masyarakat terhadap lahan hutan mangrove. Ini yang kami minta ada penegakan perda tentang mangrove serta akan melakukan pengecekan langsung melihat keberadaan hutan bakau itu,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.