Pemprov Kaltim Target Pekerjaan Jalan Provinsi Tuntas 2023 Mendatang

L Gustian

Perbaikan jalan provinsi oleh Pemprov Kaltim. (Ist)
Perbaikan jalan provinsi oleh Pemprov Kaltim. (Ist)

Samarinda, helloborneo.com – Messi selama kepemimpinannya Gubernur Isran Noor bersama Wakil Gubernur Hadi Mulyadi dilanda wabah Covid-19, tetapi proses pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan baik dan sukses. Hal ini terbukti dengan infrastruktur jalan yang progresnya hampir mencapai target. Hampir disemua jalan-jalan lintas kabupaten/kota di Kaltim saat ini sedang dalam pekerjaan dengan target sebagian besar akan tuntas di 2023.

Untuk pekerjaan ruas jalan yang masuk jalan provinsi sepanjang 895 kilometer, saat ini progresnya sudah sampai pada 75,2 persen atau sekitar 725 kilometer dengan panjang 250 kilometer dan aspal 475 kilometersudah beton yang tersebar dibeberapa daerah. Sisanya masih kerikil dan tanah. Dengan pekerjaan yang terus dilakukan didukung dengan penganggaran, ditarget tahun 2023 akan tuntas. Akhir tahun 2022 ini diupayakan kemantapan diangka 78 persen, dan akhir 2023 target 82 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim, AM Fitra Firnanda menyebutkan, pembangunan jalan di Kaltim saat ini memang lebih pada jalan lintas kabupaten/kota yang memang ranah dan kewenangannya Provinsi Kaltim, sehingga APBD bisa tepat guna atau tepat sasaran alias tidak mubazir.

“Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan pembangunan infrastruktur untuk membuka aksesibilitas dan konektivitas wilayah. Meski penuh hambatan, namun sesuai target setidaknya aksesibilitas bisa dalam kondisi mantap pada 2023 mendatang,” tuturnya.

Disebutkannya, beberapa pekerjaan lintas kabupaten/kota termasuk kawasan IKN kini sedang dalam pengerjaan, dengan anggaran APBD maupun sharing APBN.

Yang saat ini dikerjakan menggunakan APBD Kaltim diantaranya Samarinda-Sebulu, Samarinda –Anggana, Simpang Sanbera (Muara Badak), Samarinda Seberang- Sanga-Sanga, Samarinda-Samboja hingga ke Balikpapan, Balikpapan ke Karingau sekitar 10,5 kilometer. Termasuk Simpang Kaliorang hingga Talisayan, berlanjut dari Talisayan sampai ke Tanjung Redeb.

Sementara pekerjaan dari Samboja hingga Sepaku untuk ruas yang masuk masuk menjadi ruas jalan Nasional, termasuk ada beberapa tiitk-titik longsoran ditangani Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim menggunakan anggaran APBN. Begitu pula untuk pekerjaan di Sepaku hingga Petung sepanjang 64,48 kilometer, tahun ini tidak ada lagi yang dikerjakan menggunakan APBD Kaltim, tapi oleh BBPJN Kaltim dengan dana (APBN) karena fungsinya sekarang sudah masuk jalan Nasional.

“Tahun 2022 ini APBD dianggarkan sekitar Rp 546 milyar di murni dan diperubahan Bina Marga mendapat anggaran Rp 782 milyar, yang sudah terserap sekitar 30 persen. Karena biasanya memang diakhir karena proyek ini kan banyak lelang , dan pembayaran DP saja dulu. Tapi Insya Allah akhir tahun itu terserap semua untuk jalan-jalan provinsi,” jelas Firnanda.

Seperti diketahui, beberapa ruas jalan menuju Ibu Kota Negara (IKN) memang mengalami upgrade, atau perubahan status pengelolaan dari provinsi ke negara. Ada 5 segmen jalan yang mengalami upgrade ini. Pertama Petung – Simpang 3 Riko : 30,42 km; Simpang 3 Riko – Simpang 3 ITCI : 22,60 km; Simpang 3 ITCI – Sepaku : 14,60 km; Sepaku – Semoi 2 : 14,70 km; Semoi 2 – Km 38 (Simpang 3 Samboja) : 21,40 km . Dengan begitu total ada sepanjang 103,72 km jalan menuju IKN yang besetatus provinsi mengalami perubahan status. Untuk segmen-segmen itu, tentunya pekerjaan jalannya menggunakan anggaran APBN. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses