L Gustian

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengingatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU untuk mengejar swasembada pangan namun harus memperbaiki infrastruktur pengairan lika mau hal tersebut tercapai.
Anggota DPRD Kabupaten PPU, Sujiati, Rabu (26/10) mengatakan IKN seharusnya memprioritaskan pembangunan wilayah Kabupaten PPU. Terutama daerah yang selama ini termasuk kawasan pertanian. Namun hingga kini tidak ada pembangunan infrastruktur pertanian yang terealisasikan.

“Harusnya jadi perhatian pemerintah pusat. IKN bukan hanya soal bangun gedung. Daerah setempat juga harus maju seiring pembangunan IKN. Yang jelas kita kekurangan sarana irigasi untuk persawahan,” jelasnya.

Sujiati menambahkan hal ini jelas berdampak pada produktivitas pertanian di PPU. Dimana dari 14.000 hektar lahan persawahan tercatat masih kekurangan pengairan. Akibatnya rata-rata lahan yang ada hanya mampu digarap satu kali dalam setahun oleh petani. Sehingga untuk meningkatkan produksi beras di PPU harus ada pembangunan infrastruktur pengairan atau bendungan irigasi.
“Swasembada setempat mungkin masih bisa. Tapi kita kan inginnya juga jadi penyangga pangan IKN. Maka tentu perlu pembangunan infrastruktur pengairan. Karena banyak sawah petani yang tidak mendapatkan pasokan air yang cukup,” pungkasnya. (adv/log)
















