DP3AKB Fokus Bersinergi Turunkan Kasus Stunting di Balikpapan

L Gustian

Diskusi Panpel Manajemen Kasus Stunting di Kota Balikpapan
Diskusi Panpel Manajemen Kasus Stunting di Kota Balikpapan

Balikpapan, helloborneo.com – Kasus Stunting di Kota Balikpapan saat ini menjadi program kerja, Dinas Pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan keluarga berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan

DP3AKB Kota Balikpapan menggelar Diskusi Panpel Manajemen Kasus Stunting di Kota Balikpapan di Hotel Mega Lestari Kamis (27/10) pada pukul 09.00 Wita.

“Kami melakukan pertemuan tindak lanjut audit kasus stunting, permasalahan kasus stunting di Balikpapan cukup menjadi perhatian Kami, stunting di seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden Joko Widodo 14 persen dan di Kota Balikpapan saat ini sebanyak 9 persen, diharapkan bisa menurun pada tahun 2024,” Kepala DP3AKB Kota Balikpapan, Awiaty.

Saat ini DP3AKB Kota Balikpapan berkolaborasi dengan dinas- dinas terkait yakni Dinas Kesehatan, Dinas PU, Kementrian Agama, Dinsos, dan lainnya. Untuk percepatan penurunan stunting di Kota Balikpapan. Dilakukan secara bersinergi. Untuk intervensi spesifik ditangani oleh Dinkes, dan untuk intervensi sensitif oleh opd terkait, seperti Dinsos, Dinas PU dan lainnya.

Semua Dinas terkait berkolaborasi bersama-sama untuk melakukan pencegahan stunting pendekatan di keluarga, DP3AKB telah melakukan pendekatan pola asuh kepada semua keluarga, agar keluarga tersebut siap melakukan pola asuh terhadap anak.

“Mulai dari pemberikan gizi yang seimbang, menghindari asap rokok jika orang tua merokok, dan kemudian sanitasi lingkungan yang baik agar anak terhindar dari penyakit,” jarnya.

“Penanganan stunting di balikpapan sedang berjalan ditengarai cukup banyak kasus-kasus stunting, kami sudah punya tim yang akan ketempat-tempat yang kami curigai yang memiliki kasus yang banyak stunting,” ucap Ini dr Tri Seno Adji Spesialis Sp.OG(K).

“Kami cari dulu penyebabnya apa dan intervensi yang bisa dilalukan dengan evaluasi 1-2 tahun dengan menyertakan dokter anak dan ahli gizi. Untuk anak-anak yang stunting tidak perlu khawatir, masih bisa di interfensi sehingga kasus stunting di Balikpapan ini bisa di atasi,” pungkas. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses