ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Dalam menghadapi penilaian Piala Adipura tahun 2022 di Kabupaten Penajam paser Utara (PPU), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten PPU diminta untuk serius menanggani soal persampahan.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU Syahrudin M Noor mengatakan dalam penilaian Adipura bukan soal mendapatkan sebuah penghargaan. Namun tanpa harus adanya penilaian, dinas terkait bisa serius untuk menanggani persampahan.
“Saya kira Adipura itu bukan untuk mencari penghargaan atau sertifikat, piala. Bukan itu tujuan sebenarnya. Yang ingin dicapai, bagaimana lingkungan kita betul-betul bisa bersih tertata,” kata Syahrudin M Noor.

Dimulai dengan penilaian ini bisa mampu untuk mengaungkan semangat kebersihan. Secara terperinci diungkapkan Syahrudin M Noor seperti sembuang sampah pada tempatnya.
“Harapannya dengan kondisi menghadapi itu, terus digelorakan semangat kebersihan seperti membuang sampah di tempat yang sudah disiapkan, jangan sembarangan,” ungkapnya.

Dalam pengelolaan persampahan tidak hanya andil pemerintah daerah, namun perlu juga perlu kerjasama masyarkat. Dan hal ini juga harus dilakukan oleh dinas terkait untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.
“Kita harap dengan semua masyarakat yang ada, mengoptimalkan kerja sama,” ujarnya.
Dengan kebersihan dianggap bisa memberikan ruang untuk masyarakat yang lebih sehat. Selain itu membuat nyaman masyakarat di Kabupaten PPU.
“Dengan lingkungan hidup yang bersih dan sehat, tentu masa depan kita juga nyaman. Untuk anak-anak cucu kita,” pungkasnya. (adv/log)

















