Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

Lama Tak Berfungsi, DPRD PPU Soroti Kondisi Videotron

ES Yulianto

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Jhon Kenedi. (ESY)
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten PPU, Jhon Kenedi. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) senilai Rp5.2 miliar dalam bentuk videotron, saat ini mendapat sorotan oleh pihak legislatif Kabupaten PPU lantaran dianggap rusak.

Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Jhon Kenedi mengatakan saat ini aset tersebut hanya menjadi pajangan. Awalnya niat pemerintah terhadap pembangunan videotron tersebut untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tujuan awal pengadaan videotron itu sudah jelas, untuk menambah PAD. Tetapi dalam pelaksanaanya masih terhenti seperti itu,” kata Jhon Kenedi.

Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten PPU. (ESY)
Fraksi Demokrat DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

Sejak dibangun hingga saat ini, aset pemerintah daerah itu belum sekalipun berkontribusi untuk PAD. Videotro tersebut dianggap rusak sehingga terlihat tidak berfungsi.

Ketua Partai Demokrat Kabupaten PPU itu meminta agar dinas terkati bisa melakukan perawatan sehingga bisa berfungsi sesuai tujuan awal.

DPRD Kabupaten PPU. (ESY)
DPRD Kabupaten PPU. (ESY)

“Saya minta kepada dinas terkait, untuk melakukan perawatan dan memfungsikan agar tidak terlihat mangkrak seperti itu,” ujarnya.

Namun menurut Jhon Kenedi, bila masih terdapat kendala sebaiknya segera dikomunikasikan. Sebagai langkah awal fungsi videotron tersebut dianggap sebagai sarana untuk promosi daerah

“Kalau belum mampu menghasilkan PAD, ya setidaknya bisa dipakai untuk ajang promosi daerah. Apalagi ini dibangun dengan dana miliaran rupiah,” jelasnya.

Diketahui pembangunan videotron tersebar di tiga titik yakni di Kelurahan Nipah – Nipah, Kelurahan Petung dan di Kelurahan Waru. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.