Tun MZ

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU melakukan inovasi bidang pariwisata.
Tak bisa dipungkiri Kabupaten PPU perlu meningkatkan denyut perekonomian, salah satunya bidang pariwisata. Pariwisata sempat terpuruk, terdampak pasca pemberlakuan pembatasan sosial akibat virus Covid-19.

Anggota DPRD Kabupaten PPU, Jhon kenedi mengatakan pihaknya meminta Pemkab PPU berkoordinasi dengan pelaku pariwisata dalam menyiapkan terobosan baru. Termasuk memaksimalkan era digitalisasi sebagai cara untuk beriklan dan menggaet pemasukan dari pengunjung.

“PAD dari sektor pariwisata memang turun drastis karena masa pandemi Covid-19. Kalau tahun depan targetnya dibuat normal sementara kondisi masih pandemi tentu harus ada usaha kreatif bagi pelaku bisnis dari sektor pariwisata,” terang Jhon Kenedi.
Jhon menambahkan, pemerintah saat ini sudah menerapkan program peningkatan pariwisata yang berbasis CHSE atau clean, health, safety and sustainable environment di setiap tempat wisata, hotel ataupun restoran. Program tersebut merupakan upaya meningkatkan keyakinan masyarakat terhadap jaminan keamanan pengunjung di tengah situasi pandemi Covid-19.
“Ada CHSE supaya pelanggan merasa enjoy dalam safety dan clean-nya. Apalagi di tengah kondisi pandemi yang mewajibkan seluruh sektor melaksanakan protokol kesehatan. Ini harus lanjut lagi tahun depan,” pungkasnya. (adv/log)
















