DPRD Minta Pemkab PPU Selektif Terima Investasi

Tun MZ

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (ESY)
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) membuka ruang investasi selebar-lebarnya disambut baik oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten PPU. Namun meminta harus selektif dalam menerima investasi atau calon investor yang datang.

Ketua DPRD Kabupaten PPU, Syahrudin M Noor mengatakan kondisi Kabupaten PPU hingga saat ini masih berharap anggaran melalui Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat. Sumber dana itulah porsi utama dalam melakukan pembangunan di berbagai sektor daerah.

Delegasi KTT G20 mengunjungi IKN Nusantara. (hmr)
Delegasi KTT G20 mengunjungi IKN Nusantara. (hmr)

“Saat ini kita masih mengandalkan DBH , jadi ya butuh investor yang niatnya baik masuk ke sini,” katanya.

Syahrudin M Noor menambahkan dalam menerima calon investor, Pemkab PPU harus lebih selektif. Selain itu, calon investor harus memiliki komitemen untuk memperhatikan masyarakat sekitar.

Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan IKN Nusantara. (Ist)
Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan IKN Nusantara. (Ist)

“Membangun daerah kita bukan hanya mengembangkan usaha tapi juga memperhatikan lingkungan sosial masyarakat,” jelasnya.

Ia mewanti-wanti hadirnya investor bukan malah menambah masalah. Karena ada beberapa perusahaan yang dianggap bandel hingga tak patuh terhadap administrasi.

“Jangan nanti hadir disini malah menjadi masalah ini yang tidak kami inginkan,” sebutnya.

Ia meminta agar para calon investor bisa patuh terhadap aturan yang ada. Sehingga bisa mendapatkan perlindungan secara hukum.

“Saat ini kondisi kita mau orang-orang yang berinvestasi ada perlindungan secara hukum, harus taat aturan,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.