Tim Penggerak PKK PPU Bagikan Paket Bantuan Stunting

ES Yulianto

Ketua TP PKK Satriyani Sirajuddin Hamdam memberikan bantuan stunting. (Ist)
Ketua TP PKK Satriyani Sirajuddin Hamdam memberikan bantuan stunting. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan bantuan dari Kementerian Sosial kepada balita stunting di Kabupaten PPU.

Dalam kesempatan ini, Ketua TP PKK Satriyani Sirajuddin Hamdam menyampaikan bantuan ini diupayakan melalui Kementerian Sosial untuk para balita yang memiliki kekurangan. Bantuan ini dianggap tidak akan berarti bila orang tua tidak memanfaatkan sesuai kebutuhan sang anak.

“Kondisi kasus yang semakin hari semakin bertambah. Bantuan ini tidak ternilai kalau tidak dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” kata Satriyani Sirajuddin Hamdam, Ketua TP PKK Kabupaten PPU.

Para ibu-ibu diminta agar tidak malu melakukan konsultasi terkait kesehatan anak dan kandungan. Hal itu sangat diperlukan untuk menciptakan anak yang sehat.

“Para ibu lainnya juga tidak perlu sungkan untuk melakukan tanya jawab ya, atau konsultasi terdekat seperti posyandu,” ujarnya

Dengan kondisi anak stunting, Satriyani Sirajuddin Hamdam mengungkap bukan menjadi sebuah persoalan berarti. Namun dengan kondisi tersebut harus bisa memicu agar bisa berkontribusi terhadap bangsa dan berprestasi.

“Yang memiliki anak kondisi kekurangan berat badan dan tinggi badan yang tak sesuai. Namun kondisi ini tidak harus menyurutkan semangat membangun bangsa dan terus berprestasi,” pungkasnya.

TP PKK Kabupaten PPU menyerahkan 23 paket bantuan yang berisi telur, kacang hijau dan susu bubuk. Kali ini bantuan tersebut dibagikan kepada orang tua yang berada di 2 kelurahan, yakni kelurahan Sungai Parit dan Kelurahan Nipah-nipah di Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.