ES Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Tohar meresmikan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kabupaten PPU. Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan pemotongan tumpeng di lokasi gedung baru yang sebelumnya merupakan Kantor Pengadilan Agama PPU ini , Senin, (21/11).
Dalam kesempatan ini Tohar juga menyinggung terkait kedisiplinan bagi pegawai yang masih perlunya mendapat perhatian. Dia menyebutkan bahwa kantor telah menyediakan alat berupa finger print untuk meningkatkan kedisiplinan bagi aparaturnya. Namun apapun fasilitas yang disiapkan jika hal itu bukan timbul dari kesadaran individu makan semua akan sia-sia.
“Terkait dengan kedisiplinan dan hari kerja ini saya menyatakan dalam setiap kesempatan bahwa finger print itu hanyalah salah satu instrument, hanya salah satu alat. Jangan sampai kita membodohi alat lagi. Pagi finger print, kemudian hilang dan sore finger print kembali. Itu yang tidak diharapkan,” kata Tohar.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten PPU, Chairur Rozikin, dalam sabutannya menyampaikan, dengan adanya kantor baru yang dianggap lebih representatif ini diharapkan meningkatkan kinerja para pegawai.
“Mengucapkan rasa terima kasih karena telah difasilitasi kantor DP3AP2KB yang representatif. Dengan penempatan kantor baru ini dapat meningkatkan kinerja DP3AP2KB, sebab di kantor ini suasana kerja menjadi lebih kondusif dari sebelumnya,” ujar Chairur Rozikin.
Peresemian kantor tersebut juga dirangkai dengan kegiatan peresmian sekretariat Pusat pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Kepala bidang Perlindungan Pemenuhan Hak Anak dan Perempuan (PPHAP) DP3AP2KB Kabupaten PPU, Nurkaidah mengaku kantor yang sekaligus menjadi secretariat ini bisa menjadi wadah untuk melakukan pencegahan atau pendekatan terhadap kekerasan keluarga, perempuan dan anak.
“Diresmikannya juga Puspaga ini harapannya bisa menjadi tempat, langkah prefentif atau pencegahan kekerasan terhadap keluarga, perempuan dan anak. Nantinya kita secara bersama-sama mensosialisasikan keberadaan Pusapaga di Kabupaten Penajam Paser Utara,” pungkasnya. (log)
















