Cegah Stunting, Ketua Tim Penggerak PKK PPU Imbau Manfaatkan Daun Kelor

ES Yulianto

Ketua TP PKK Kabupaten PPU, Satriyani Sirajuddin Hamdam. (Ist)
Ketua TP PKK Kabupaten PPU, Satriyani Sirajuddin Hamdam. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Jumlah kasus stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diklaim terus mengalami peningkatan. Guna mencegah laju pertumbuhan kasus, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten PPU, Satriyani Sirajuddin Hamdam, menyarankan untuk rajin mengkonsumsi daun kelor atau aktif menanaman di pekarangan rumah.

Dikatakan oleh Satriyani Sirajuddin Hamdam, dirinya menghimbau para ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam pohon kelor. Tak hanya harus memananam pohon kelor, sayuran jenis lainnya juga harus.

“Untuk memenuhi kebutuhan gizi, saya mengimbau ibu-ibu melalui posyandu menanam daun kelor dengan memanfaatkan pekarangan, dan sayuran lainnya,” kata Satriyani Sirajuddin Hamdam.

Satriyani Sirajuddin Hamdam, mengaku daun kelor memiliki gizi yang yang sempurna, sehingga dianggap mampu untuk mencegah stunting bagi balitan dan ibu hamil.

“Kenapa daun kelor karena dari hasil beberapa penelitian itu, dibeberapa daerah bisa menurunkan angka stunting, karena kadar gizi sempurna asal diolah dengan cara baik dan benar,” jelasnya.

Satriyani Sirajuddin Hamdam turut membagikan cara pengolah daun kelor menjadi makanan bergizi tinggi. Daun kelor bisa diolah dengan berbagai jenis makanan, namun harus memahami cara mengolah yang baik dan benar. Hal ini guna tidak mengurangi gizi yang tinggi dari si daun kelor tersebut.

“Pertama mencampur dengan kacang ijo. Direbus dulu kacang ijonya baru matikan kompornya dan masukan daun kelornya. Tidak boleh direbus daun kelor dalam kacang ijo,” terangnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.