Disdikpora PPU Raih 5 Penghargaan Kemendikbudristek

ES Yulianto

Disdikpora PPU Raih 5 Penghargaan Kemendikbudristek. (Ist)
Disdikpora PPU Raih 5 Penghargaan Kemendikbudristek. (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) meraih 5 penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, pada 4–6 Desember 2022 lalu.

5 penghargaan tersebut yakni, Peringkat 1 mendukung penyelenggaraan PSP (Program Sekolah Penggerak), Peringkat 1 kemitraan pendidikan, Peringkat 1 kualitas Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Peringkat 2 prosentase satuan pendidikan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan Peringkat 3 komunitas belajar terbanyak

Dikatakan oleh Kepala Disdikpora Kabupaten PPU, Alimuddin bahwa penghargaan yang diraih tak lepas dari upaya dukungan dari pemerintah daerah, seperti penghargaan penyelenggaraan PSP, dan juga kualitas Dapodik.

“Intervensi pemerintah daerah melalui sekolah pengerak sangat postitif yang diberikan. Kerjasama dengan stakholder berdasarkan ketentuan atau petunjuk sehingga pelaporan maksimal,” kata Alimuddin.

Tentunya selain, upaya kontribusi pemerintah daerah juga adanya perubahan pola pikir atau mindset yang dilakukan oleh guru, pengawas dan yang terlibat didalamnya.

“Ini berdasarkan berubahan mindset yang dilakukan oleh guru-guru, pengawas, termasuk teman-teman di dinas,” ungkapnya.

Bagi Alimuddin perubahan pola pikir menjadi hal yang utama dalam mengubah kualitas dunia pendidikan di Kabupaten PPU. Terbukti dengan beberapa perubahan pola pikir yang terlibat dalam dunia pendidikan, Kabupaten PPU mampu meraih 5 penghargaan dari 6 kategori penghargaan.

“Perubahan mindset merupakan hal yang utama dalam mentranspormasi dunia pendidikan di ppu. dan hasilnya itu. beberapa kriteria kita menjadi yang terbaik. Semuanya dari hasil kerja guru, pengawas dan teman teman staf di dinas dan juga dukungan stakeholder termasuk lingkungan pendidikan, termausk komite skeolah,” jelasnya.

Dirinya berharap, bagi para pihak yang terus terlibat sampai saat ini, mempertahankan kontribusi dalam dunia pendidikan. Sehingga Kabupaten PPU menjadi rujukan untuk belajar dari daerah lainnya di Kalimantan.

“Terus kita pertahankan sehingga kami berupaya melaukan sesuatu yang terbaik sehinggta tidak lagi belajar ke daerah lain, maka sebaliknya kita menjadi tujuan studi tiru daerah lain di kalimantan timur bahkan di kalimantan,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses