Tun MZ

Penajam, helloborneo.com – Hetifah Sjaifudian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI bekerjasama dengan Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Tenologi (Kemendikbudristek RI) menyelenggarakan Penguatan Kapasitas bertajuk “Workshop Pendidikan Monitoring Evaluasi Asesmen Pendidikan”, di hotel Ika Penajam Paser (9/12).
Kegiatan tersebut dihadiri tak kurang dari 50 kepala sekolah dan guru dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK. Bertindak sebagai narasumber diantaranya Hetifah Sjaifudian, Junus Simangunsong (Pengembang Penilaian Pendidikan Ahli Madya), Mukhtar (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 Kalimantan Timur), Alimudin (Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU), Salmani, dan sebagai moderator Jukianta (Kepala SMK 2 PPU).
Mukhtar, menyampaikan bahwa kebijakan Merdeka Belajar saling berkaitan demi menciptakan ekosistem yang kondusif. “Mulai dari perlakuan terhadap siswa, guru, sekolah, kurikulum, hingga evaluasinya”, papar Mukhtar.
Alimudin menyampaikan bahwa ada Pemerintah Kabupaten PPU berinovasi dalam hal pendidikan. Seiring dengan disahkannya Undang Undang Keolahragaan, Pemerintah PPU menyiapkan beberapa sekolah keolahragaan guna melahirkan atlet-atlet unggulan daerah.
“PPU menjadi contoh daerah-daerah lain, kuncinya satu yaitu membiarkan para kepala sekolah berkreasi” jelasnya.
Salmani menyampaikan bahwa mutu diukur menggunakan 3 instrumen yaitu asesmen, kompetensi minimum, survei karakter, dan survei lingkungan belajar.
“Sekolah yang efektif memiliki ciri dari pengajaran yang baik, sampai program dan kebijakan sekolah yang membentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif” jelasnya.
Hetifah menyampaikan bahwa Asesmen Nasional bukan hanya sebagai rapot yang mengukur kompetensi siswa.
“AN bukan sekedar alat pengganti UN yang terbatas pada mengukur nilai/kompetensi siswa. Namun, AN juga berupaya memetakan potret mutu dunia pendidikan di segala jenjang dengan lebih holistik”, ujar legislator Golkar tersebut.
Lebih lanjut Hetifah menyampaikan. bahwa Asesmen Nasional menjadi alat bantu untuk mendorong peningkatan mutu pembelajaran yang berorientasi pada perbaikan bukan pada perbandingan antar siswa/ sekolah/ daerah.
“Agar AN berhasil, peserta harus mengisi pertanyaan-pertanyaan dengan sejujur-jujurnya, dan adanya sinergi pemerintah pusat-daerah-satuan pendidikan”, ujar Hetifah.
Workshop pendidikan ini merupakan kegiatan berseri yang digagas Hetifah dimana sebelumnya Hetifah melaksanakannya di berbagai kabupaten/ kota di Kalimantan Timur sebagai upaya peningkatan kapasitas para guru di Kalimantan Timur. (log)
Profil pelajar pancasila menjadi harapan perubahan pelaksanaan kurikulum merdeka meningkatkan aklak para generasi muda pelajar yg baik